Melihat ke dalam empat ekspansi vertikal bisnis Erajaya | Asian Business Review
, Indonesia
2978 views
Joy Wahjudi, CEO of Erajaya Digital

Melihat ke dalam empat ekspansi vertikal bisnis Erajaya

Erajaya memadukan strategi omnichannel dan ekspansi retail untuk menyasar lebih banyak konsumen.

Ketika Erajaya memperkenalkan empat lini bisnis barunya pada tahun 2021, perusahaan ingin memperkuat kehadirannya di dua karakter konsumen yang berbeda—yang memeriksa ulasan online melalui YouTube dan platform media sosial lainnya; dan yang ingin melihat dan menyentuh barang tersebut secara fisik. Oleh karena itu, Erajaya memadukan pengalaman belanja online dan offline dengan menerapkan strategi omnichannel di empat vertikal bisnisnya.

Vertikal bisnis pertama bernama Erajaya Digital. Lewat vertikal bisnis ini, Erajaya dengan mudah menghubungkan kebutuhan gaya hidup konsumennya dengan perangkat telekomunikasi. Berikutnya adalah Erajaya Active Lifestyle yang fokus menawarkan produk untuk melengkapi gaya hidup aktif pengguna Urban Republic, ASICS, dan JD Sports. Selanjutnya Erajaya Beauty & Wellness, yang terdiri dari gerai Apotek Wellings dan The Face Shop, untuk melayani pasar kesehatan dan kecantikan. Terakhir, Erajaya Food & Nourishment yang menawarkan makanan melalui brand Paris Baguette dan supermarket Grand Lucky.

“Kami menyadari bahwa kami perlu memperluas jejak ritel kami agar lebih mudah diakses dan menerapkan beberapa langkah untuk memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman terbaik saat berbelanja,” ujar Joy Wahjudi, CEO Erajaya Digital kepada Retail Asia.

Inisiatif Omnichannel

“Hingga Desember 2021, total gerai Erajaya mencapai lebih dari 1.300 beserta 93 titik distribusi dan kami sangat serius untuk memperluas jejak ritel kami,” ujar Joy.

Pada semester I 2022, Erajaya membuka 158 gerai baru dan menghabiskan belanja modal sebesar 224 miliar rupiah. Sepanjang tahun 2022, kami berencana untuk meningkatkan jumlahnya menjadi 400-500 titik dengan berbagai brand didalamnya.

Erajaya ingin konsumennya merasa nyaman dalam menjangkau gerainya. Untuk itu diperlukan dukungan para frontliner customer service yang akan memberikan informasi lengkap dan membantu mereka untuk memutuskan produk mana yang akan dipilih.

Erajaya mengembangkan program “Click n Pickup” yang memungkinkan pelanggan bertransaksi di website, dan dapat memilih untuk mengambil barangnya langsung di outlet yang telah disepakati. Ada juga Mobile Selling dimana pembeli bisa bertransaksi dari layanan WhatsApp. Home Delivery Service memastikan produk sampai ke tangan pelanggan dalam hitungan jam karena diantar dari outlet terdekat.

Untuk ekspansinya, Erajaya memperkenalkan program Erafone Cloud Retail Partner yang memungkinkan investor lokal untuk terlibat dalam ekspansi di berbagai wilayah. Ini adalah program kerja sama kemitraan, bukan waralaba, yang menawarkan dukungan penuh mulai dari desain, inventaris produk resmi dan terjamin, jaringan distribusi nasional, tenaga penjualan terlatih, program pemasaran, dan dukungan lainnya untuk memastikan kerja sama ini mencapai hasil yang maksimal.

Eraspace sebagai lifestyle destination

Erajaya juga mengembangkan kanal online seperti laman e-commerce Eraspace.com dan official store di berbagai platform e-commerce di Indonesia. Eraspace merupakan layanan e-commerce yang mengintegrasikan ribuan retailer offline dari Erajaya Group seperti Erafone, iBox, Urban Republic, The Face Shop, dan IT.

Keunggulan Eraspace yang pertama adalah katalog produk dari brand-brand yang dikelola Erajaya lengkap dan dapat diakses dalam satu tempat, serta promosi reguler, salah satunya Eraversary yang diadakan untuk memperingati ulang tahun Erajaya yang ke-26.

Eraspace adalah cara bagi konsumen untuk merasakan pengalaman omnichannel. Meski Eraspace baru beroperasi sejak 2019, rata-rata pengunjung per bulan sudah mencapai 5 juta pengunjung.

“Kami berharap Eraspace dapat menjadi tujuan utama masyarakat untuk berbelanja produk elektronik, gadget, dan gaya hidup secara online. Pengembangan Eraspace tentunya sejalan dengan ekspansi retail kami, dalam konsep omnichannel,” pungkas Joy.

Follow the link for more news on

AkzoNobel percepat transformasi digital dan keberlanjutan untuk capai target 2030

Perusahaan menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 50% di seluruh rantai nilai pada 2030.

Indonesia berupaya membantu pabrik keluar dari ‘pilot trap’ teknologi

Pemerintah ingin memastikan transformasi digital di sektor manufaktur dapat berjalan berkelanjutan.

Mazari bidik pembeli untuk tinggal jangka panjang seiring pasar Bali kian matang

Pengembang tersebut menyebut permintaan bergeser melampaui investor sewa.

Lyvin Properties bertaruh pada kemewahan berkepadatan rendah di Bukit Selatan, Bali

Ruang, privasi, dan kualitas lingkungan kini menjadi pendorong utama permintaan.

PGE mulai proyek rendah karbon di Banten

Perusahaan menargetkan kapasitas terpasang 1 gigawatt dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Indonesia cement glut quickens low-carbon shift

Pasar tak lagi memberi penghargaan bagi ekspansi kapasitas.

Indosat targetkan pendapatan cloud AI senilai $170 juta dalam 3 tahun

Perusahaan ini berupaya memperluas kapasitas pusat data AI hingga 1GW pada 2030.

MyRepublic luncurkan broadband nirkabel 5G di Indonesia

Layanan ini bertujuan memperluas jangkauan broadband melampaui cakupan fiber.

Telkomsel perluas layanan pesan bisnis, tak lagi sebatas SMS

Layanan ini memungkinkan perusahaan mengirim pesan berisi gambar, video, dan tombol yang bisa diklik.

Kepercayaan diri masyarakat Indonesia atas keamanan finansial menurun: Survei

Hampir seperempat responden mengambil dana tabungan untuk menutupi pengeluaran harian.