Telko ubah AI jadi layanan berbasis pemakaian bagi bisnis | Asian Business Review
, China
278 views
Wang Yongde, President at Huawei's Carrier XtoB Domain

Telko ubah AI jadi layanan berbasis pemakaian bagi bisnis

Operator gabungkan daya komputasi dengan konektivitas untuk menangkap permintaan enterprise.

Operator telekomunikasi mulai menjual daya komputasi kecerdasan buatan (AI) layaknya mereka menjual layanan data dan suara selama ini, seiring upaya mereka melihat peluang di luar konektivitas untuk mendorong pendapatan bisnis, kata Huawei Technologies Co., Ltd.

"Business to business (B2B) telah menjadi mesin pertumbuhan utama bagi operator global," kata Wang Yongde, presiden Huawei Carrier XtoB Domain, kepada Asian Telecom di sela Mobile World Congress Shanghai pada Juni.

Ia mengatakan pendapatan business-to-business tumbuh lebih cepat dibandingkan pendapatan keseluruhan pada lebih dari 70% operator di seluruh dunia.

Lebih dari separuh pertumbuhan pendapatan bisnis kini berasal dari usaha kecil dan menengah (UKM), sementara layanan di luar konektivitas dasar tumbuh dengan laju tahunan 14%, ujar Wang.

Lebih dari 65% operator telekomunikasi telah meluncurkan strategi AI, termasuk tiga operator terbesar China, serta operator seperti Deutsche Telekom AG dan Orange S.A., tambahnya.

Wang menggambarkan model ini sebagai token-as-a-service, di mana operator mengenakan biaya kepada pelanggan untuk daya komputasi AI berdasarkan pemakaian, bukan biaya berlangganan tetap, mirip dengan layanan data seluler atau suara.

Ia mengatakan operator telah mulai mengemas broadband enterprise, Wi-Fi, sistem closed-circuit television (CCTV), dan aplikasi AI ke dalam paket standar untuk UKM.

Di Yunnan, China, salah satu operator mengembangkan paket untuk jaringan apotek yang menggabungkan penyimpanan video, pemeliharaan jarak jauh, dukungan respons cepat, dan manajemen peralatan terpusat.

Wang mengatakan model ini diproyeksikan berkembang ke 3.000 toko di seluruh negeri, dengan pendekatan serupa diperluas ke lebih dari 100.000 minimarket dan restoran.

Sektor kesehatan menjadi target pasar lainnya. Huawei dan operator telekomunikasi telah mengembangkan platform diagnostik berbantuan AI yang memadukan jaringan komunikasi, sumber daya komputasi, dan aplikasi klinis, memungkinkan konsultasi jarak jauh dengan waktu respons di bawah 200 milidetik.

Di Guangdong, China, Huawei mendukung sistem ultrasonografi berbantuan AI milik salah satu operator yang meningkatkan akurasi deteksi nodul tiroid hingga lebih dari 95% di rumah sakit tingkat pertama, menurunkan biaya penerapan sebesar 60%, dan meningkatkan rata-rata pendapatan per pengguna hingga 15 kali lipat, kata Wang.

Ia menambahkan penerapan serupa tengah berlangsung di sektor pendidikan. Program kelas berbasis AI yang diujicobakan di sebuah sekolah dasar di Guangzhou menghasilkan pendapatan lebih dari US$600 per bulan untuk setiap kelas, dengan rencana perluasan model ini ke hingga 15.000 sekolah di provinsi tersebut.

Wang mengatakan robotika dan kendaraan terkoneksi akan menciptakan peluang pertumbuhan baru bagi operator, dengan proyeksi jumlah robot cerdas (embodied intelligent robots) melampaui 3 miliar unit dan kendaraan terkoneksi melebihi 500 juta unit pada 2030, karena keduanya membutuhkan komunikasi latensi rendah, komputasi, dan infrastruktur cloud.

Huawei mendukung transformasi ini dengan berinvestasi pada infrastruktur jaringan, komputasi, penyimpanan, dan keamanan siber, sembari menggandeng lebih dari 20 perusahaan konsultan telekomunikasi di lebih dari 170 negara dan kawasan untuk membantu operator mengembangkan layanan AI enterprise.

"Seiring peluang B2B berkembang di era AI, Huawei tetap menjadi mitra yang konsisten bagi operator," kata Wang. "Kami akan terus berinovasi dalam infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, bekerja sama dengan mitra, dan mempercepat transformasi bisnis operator berbasis token."

Telko ubah AI jadi layanan berbasis pemakaian bagi bisnis

Operator gabungkan daya komputasi dengan konektivitas untuk menangkap permintaan enterprise.

Persaingan telko Singapura tetap ketat pasca batalnya kesepakatan Simba-M1

Pasar kecilnya membuat sektor mobile dan broadband tetap dalam kondisi jenuh.

Rumah bekas bersubsidi tarik minat pembeli apartemen swasta

Kebijakan ini mendongkrak turnover dengan mempercepat realisasi permintaan, bukan menaikkan volume dalam jangka panjang.

Perang Timur Tengah ungkap risiko arus kas bagi UKM Singapura

CEO UOI Andrew Lim mengatakan banyak bisnis masih kurang terproteksi di tengah biaya operasional yang terus naik.

Kerugian akibat fraud ungkap ketertinggalan sistem pembayaran asuransi Hong Kong

Cek fisik dan proses manual masih bertahan meski biaya fraud capai 5% dari pendapatan.

Asuransi Asia Pasifik lirik utang pasar berkembang demi kejar imbal hasil

Penerbitan investment-grade kini kuasai lebih dari separuh pasar.

Perusahaan asuransi perketat kontrol atas jalur pelayaran Hormuz

Jepang dan Korea Selatan hadapi eksposur lebih besar terhadap risiko energi Teluk.

Perusahaan tinjau ulang perlindungan kesehatan seiring biaya klaim yang terus naik

Perubahan rider MOH perketat cakupan dan naikkan eksposur co-payment mulai April 2026.

Perang Iran tingkatkan risiko jangka panjang bagi keuntungan asuransi konstruksi Asia

Gangguan rantai pasok dan volatilitas energi berpotensi kerek premi lebih tinggi pada 2027.