Kepercayaan diri masyarakat Indonesia atas keamanan finansial menurun: Survei
Hampir seperempat responden mengambil dana tabungan untuk menutupi pengeluaran harian.
Hanya satu dari 10 masyarakat Indonesia yang mengaku merasa aman secara finansial, kendati ketahanan finansial masyarakat secara keseluruhan meningkat.
Menurut Sun Life Asia Financial Resilience Index terbaru, yang mensurvei 1.000 orang dewasa di Indonesia pada April 2026, proporsi masyarakat dengan ketahanan finansial tinggi naik menjadi 34%, dari 30% pada 2025.
Namun demikian, 77% responden masih belum merasa percaya diri dalam memenuhi kewajiban finansial keluarga mereka.
Studi ini mengungkapkan bahwa 26% masyarakat Indonesia mengalami tekanan finansial setidaknya sekali seminggu, dan hanya 4% yang merasa siap menghadapi kenaikan biaya hidup lebih lanjut.
Untuk menutupi pengeluaran harian, hampir seperempat responden (23%) terpaksa mengambil dana dari tabungan mereka.
Meski menghadapi tekanan langsung tersebut, 45% menyatakan mampu mempertahankan gaya hidup mereka saat ini selama lebih dari enam bulan apabila kehilangan penghasilan, dan 68% tetap optimistis dapat mencapai tujuan finansial jangka panjang mereka.
Indeks ini mencatat adanya keterkaitan yang kuat antara perencanaan keuangan dan rasa percaya diri. Orang-orang yang memiliki rencana jangka panjang memiliki kemungkinan lebih dari tiga kali lipat untuk merasa yakin dapat mencapai tujuan mereka, dibandingkan dengan yang tidak memilikinya (86% berbanding 25%).
Teknologi juga turut mengubah cara masyarakat mengelola keuangan mereka, dengan 68% responden kini beralih ke perangkat kecerdasan buatan generatif (generative AI) untuk mendapatkan saran dan panduan finansial.
Selain itu, 67% responden memperkirakan akan meningkatkan penggunaan perangkat AI tersebut dalam 12 bulan ke depan.
Dalam laporan serupa yang dirilis oleh perusahaan asuransi tersebut, kenaikan biaya hidup disebut melemahkan ketahanan finansial rumah tangga, dengan semakin sedikit warga Singapura yang merasa aman secara finansial dan semakin banyak yang kesulitan mempersiapkan diri menghadapi guncangan finansial di masa depan.
Berdasarkan temuan dari Financial Resilience Index ketiga milik Sun Life Asia, proporsi rumah tangga dengan ketahanan tinggi di Singapura turun menjadi 21% pada 2026, dari 34% setahun sebelumnya.
Pada saat yang sama, proporsi rumah tangga dengan ketahanan rendah melonjak lebih dari dua kali lipat, menjadi 20% dari sebelumnya 9%. Hanya 11% responden yang mengaku merasa sangat aman secara finansial, turun dari 22% pada 2025.
Survei tersebut menemukan bahwa kenaikan biaya hidup berdampak pada rumah tangga di seluruh tingkatan pendapatan.