PGE mulai proyek rendah karbon di Banten | Asian Business Review
, Indonesia
616 views
President Director at PGE, Ahmad Yani

PGE mulai proyek rendah karbon di Banten

Perusahaan menargetkan kapasitas terpasang 1 gigawatt dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) telah memulai pengerjaan proyek energi rendah karbon di terminal liquefied petroleum gas (LPG) di provinsi Banten, ujung barat Pulau Jawa, memperluas pemanfaatan energi panas bumi tidak hanya untuk pembangkit listrik, tetapi juga ke fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar.

Direktur Utama Ahmad Yani mengatakan proyek ini merupakan bagian dari rencana perusahaan milik negara yang telah melantai di bursa tersebut untuk memangkas emisi dengan menghubungkan produksi panas bumi ke lokasi-lokasi energi strategis.

“Kick-off Green Terminal Tanjung Sekong merupakan wujud nyata integrasi panas bumi ke dalam rantai nilai energi hilir,” katanya dalam balasan tertulis melalui email. “Kami memastikan panas bumi mendukung operasi energi strategis, bukan hanya produksi listrik.”

Inisiatif ini akan memanfaatkan hidrogen hijau yang diproduksi dari lapangan panas bumi Ulubelu milik PGE di provinsi Lampung, Sumatra bagian selatan. Hidrogen tersebut merupakan bagian dari program percontohan yang mencakup produksi, distribusi, dan pemanfaatan energi rendah karbon.

Berdasarkan rencana tersebut, hidrogen akan membantu memasok listrik di terminal LPG Tanjung Sekong. PGE menargetkan sumber energi rendah karbon dapat memenuhi sekitar 25% dari konsumsi listrik terminal pada tahap awal.

“Target 25% ini merupakan tonggak awal,” kata Yani, seraya menambahkan bahwa perusahaan berencana mengembangkan model yang nantinya dapat diterapkan pada fasilitas-fasilitas lain.

Terminal LPG Tanjung Sekong, yang dioperasikan oleh PT Pertamina Energy Terminal, memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 98.000 metrik ton dan dapat melayani kapal berbobot mati hingga 65.000 deadweight tons.

Lokasi ini memasok sekitar 35% hingga 40% dari kebutuhan LPG nasional Indonesia, menjadikannya bagian penting dari jaringan distribusi bahan bakar negara.

Langkah PGE ini menyusul penambahan kapasitas pada 2025, termasuk beroperasinya pembangkit panas bumi Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 megawatt. Penambahan tersebut mengangkat kapasitas terpasang yang dikelola langsung oleh PGE menjadi 727 megawatt (MW).

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Edwil Suzandi mengatakan proyek-proyek tahun lalu menjadi fondasi bagi pertumbuhan selanjutnya. “Integrasi hidrogen hijau dan inisiatif Green Terminal merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami menuju target net zero emission Indonesia pada 2060,” katanya dalam email terpisah.

PGE mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW, sekitar 70% dari total kapasitas panas bumi Indonesia. Perusahaan memperkirakan portofolionya mampu memangkas sekitar 10 juta ton emisi karbon dioksida per tahun.

PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dan 1,8 gigawatt pada 2033, seiring perusahaan memperluas produksi panas bumi dan proyek-proyek terkait.

Rumah bekas bersubsidi tarik minat pembeli apartemen swasta

Kebijakan ini mendongkrak turnover dengan mempercepat realisasi permintaan, bukan menaikkan volume dalam jangka panjang.

Perang Timur Tengah ungkap risiko arus kas bagi UKM Singapura

CEO UOI Andrew Lim mengatakan banyak bisnis masih kurang terproteksi di tengah biaya operasional yang terus naik.

Kerugian akibat fraud ungkap ketertinggalan sistem pembayaran asuransi Hong Kong

Cek fisik dan proses manual masih bertahan meski biaya fraud capai 5% dari pendapatan.

Asuransi Asia Pasifik lirik utang pasar berkembang demi kejar imbal hasil

Penerbitan investment-grade kini kuasai lebih dari separuh pasar.

Perusahaan asuransi perketat kontrol atas jalur pelayaran Hormuz

Jepang dan Korea Selatan hadapi eksposur lebih besar terhadap risiko energi Teluk.

Perusahaan tinjau ulang perlindungan kesehatan seiring biaya klaim yang terus naik

Perubahan rider MOH perketat cakupan dan naikkan eksposur co-payment mulai April 2026.

Perang Iran tingkatkan risiko jangka panjang bagi keuntungan asuransi konstruksi Asia

Gangguan rantai pasok dan volatilitas energi berpotensi kerek premi lebih tinggi pada 2027.

Asuransi Asia Tenggara berisiko tergerus laba akibat sistem data yang lemah

CEO Igloo sebut infrastruktur usang batasi manfaat AI meski belanja teknologi terus naik.

Keluhan terhadap perusahaan asuransi Hong Kong naik empat tahun berturut-turut

Otoritas asuransi soroti celah dalam insentif, keterbukaan informasi, dan pengawasan.

Kerugian akibat perubahan iklim yang terus meningkat uji ketahanan jaring pengaman asuransi China

Perusahaan asuransi yang untung besar pun punya batas dalam mengalihkan risiko bencana, meski skala pasarnya besar.