MNC Life Assurance memanfaatkan keunggulan media untuk perluasan pasar | Asian Business Review
, Indonesia
375 views

MNC Life Assurance memanfaatkan keunggulan media untuk perluasan pasar

CEO Risye Dillianti memanfaatkan kekuatan media untuk memperluas jangkauan dan edukasi MNC Life sekaligus mengamankan hampir 300.000 klien.

Berada di bawah naungan MNC Group, MNC Life Assurance memiliki keunggulan dalam hal captive customer yang merupakan karyawan di seluruh unit bisnis yang berjumlah lebih dari 10.000 karyawan. Menariknya, salah satu unit bisnis yang dimiliki MNC Group adalah jaringan media, baik televisi maupun portal website.

CEO MNC Life Assurance Risye Dillianti berbicara dengan Insurance Asia dan mengakui peluang dalam keunggulan kompetitif ini meskipun jumlah nasabah non-captive mereka saat ini lebih besar.

Dia menjelaskan, kepastian pendapatan premi dari nasabah captive MNC Life menjadi modal besar bagi mereka untuk terus mengembangkan pangsa pasar non-captive.

“MNC Life merupakan salah satu grup media terbesar di Asia Tenggara yang hadir dengan ekosistem dan liputan media yang luas, oleh karena itu MNC Life memiliki keunggulan kompetitif berupa media exposure yang tidak dimiliki perusahaan asuransi lain,” kata Risye dalam wawancara baru-baru ini.

Di bawah naungan  MNC Group

Terdapat empat pilar bisnis MNC Group yaitu; Media dan Hiburan, Jasa Keuangan, Perhotelan, dan Energi.

MNC Life Assurance  berada di bawah pilar Financial Service bersama dengan berbagai layanan keuangan lainnya seperti perbankan, manajemen aset, multifinance, dll. Kemudian pilar Media dan Hiburan memiliki beberapa saluran TV nasional seperti; RCTI, GTV, MNC TV, INEWS dan empat portal website.

Risye mengatakan paparan media digunakan untuk mengkomunikasikan positioning dan value proposition secara efektif kepada calon konsumen. Kekuatan media digunakan oleh MNC Life untuk menargetkan nasabah potensial di luar pasar yang melekat pada mereka.

Sejauh ini, MNC Life memiliki hampir 300.000 nasabah dari seluruh pasarnya, jauh melebihi jumlah nasabah dari lingkup alaminya.

Risye mencontohkan, jaringan medianya menguasai 42,5% pemirsa televisi di Indonesia. Kemudian, ada portal website yang sudah mencapai 47,7 juta pengunjung dan channel lain seperti podcast, media sosial, dan YouTube yang memiliki jumlah pengikut masing-masing. Dari bauran channel tersebut, MNC Media menguasai 60% penonton di Indonesia.

Penjualan tidak agresif

Risye menjelaskan, mereka memanfaatkan seluruh saluran media secara terintegrasi. “Karena pangsa pasar asuransi di Indonesia masih sangat besar dan masyarakat Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda-beda, maka MNC Life tentunya tidak hanya fokus pada satu saluran media saja melainkan memanfaatkannya secara keseluruhan secara terintegrasi,” katanya.

Risye mengklarifikasi bahwa pendekatan mereka tidak melibatkan promosi produk asuransi secara agresif. Sebaliknya, mereka menggunakan saluran mereka untuk mendidik masyarakat tentang literasi keuangan. Hal ini penting karena masih banyak orang yang menyamakan membeli asuransi dengan kehilangan uang.

Risye mengatakan, untuk bisa menyikapi masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial yang demografinya sedang berkembang, maka perlu fokus pada literasi keuangan karena rendahnya kesadaran berasuransi. “Sehingga dari segi konten, yang kami uraikan lebih bersifat memberikan edukasi, misalnya tentang bagaimana membuat perencanaan keuangan yang baik bagi generasi muda,” katanya.

“Selain itu, kami juga menghilangkan jargon asuransi di setiap eksposurnya agar lebih ramah diterima masyarakat luas,” katanya.

Pendekatan strategis MNC Life, katanya, tetap berakar pada penelitian dan pengembangan. Berdasarkan pengamatan mereka, masyarakat, khususnya generasi milenial, bisa mengalokasikan dana untuk asuransi karena gaya hidup mereka yang terus berkembang.

Menyadari peluang ini, mereka telah membuat konten pendidikan. Risye mencatat bahwa inisiatif ini unik karena hanya sedikit perusahaan asuransi yang aktif mempromosikan literasi keuangan melalui saluran media. “Ini adalah kekosongan yang ingin kami isi sembari berperan dalam pendidikan masyarakat,” katanya.

Niat baik

Selain penelitian dan pengembangan, MNC Life memperoleh wawasan berharga mengenai segmen, lokasi, usia, dan kemampuan premi. Informasi ini memandu mereka dalam memilih saluran media dan produk yang sesuai untuk calon nasabah.

Risye juga menyampaikan bahwa MNC Life tidak sekadar menyesuaikan produk dengan karakteristik audiens MNC Media. “Produk kami kini melayani berbagai tahapan kehidupan,” jelas Risye.

Namun, Risye menekankan bahwa yang terpenting adalah seberapa baik asuransi memenuhi janjinya, apa pun jenis produknya. “Asuransi itu tentang pemenuhan niat,” kata Risye.

Hal ini penting karena banyak orang masih merasa kesulitan dalam mengajukan klaim, dan beberapa perusahaan asuransi mungkin tidak berniat untuk memenuhi klaim. Risye mengatakan, saat ini jumlah kasus penipuan asuransi melebihi klaim yang tidak terpenuhi.

Aplikasi Motion Life yang inovatif

Sementara itu, Risye mengatakan perusahaan asuransi harus bekerja ekstra dengan memberikan nilai tambah selain memenuhi janji produknya.

MNC Life menganut filosofi tersebut dengan memperkenalkan aplikasi Motion Life kepada nasabahnya. Risye menyoroti bahwa aplikasi ini menyederhanakan pendaftaran dan pemantauan premi.

Yang membedakan adalah fitur pelacakan lokasinya. Dalam keadaan darurat, ia dapat menentukan rumah sakit terdekat dalam radius 5 km.

Untuk mengatasi kekhawatiran umum mengenai asuransi  yang dianggap sebagai kehilangan uang  Risye menggambarkan aplikasi ini menawarkan nasabah poin yang dapat ditukarkan untuk berbelanja di masa depan.

Melalui aplikasi Motion Life, Risye yakin MNC Life dapat memposisikan diri sebagai penyedia asuransi yang mudah diakses, user-friendly, efisien, dan menyenangkan bagi nasabahnya.

Inovasi ini menandai langkah signifikan dalam evolusi layanan asuransi.

Rumah bekas bersubsidi tarik minat pembeli apartemen swasta

Kebijakan ini mendongkrak turnover dengan mempercepat realisasi permintaan, bukan menaikkan volume dalam jangka panjang.

Perang Timur Tengah ungkap risiko arus kas bagi UKM Singapura

CEO UOI Andrew Lim mengatakan banyak bisnis masih kurang terproteksi di tengah biaya operasional yang terus naik.

Kerugian akibat fraud ungkap ketertinggalan sistem pembayaran asuransi Hong Kong

Cek fisik dan proses manual masih bertahan meski biaya fraud capai 5% dari pendapatan.

Asuransi Asia Pasifik lirik utang pasar berkembang demi kejar imbal hasil

Penerbitan investment-grade kini kuasai lebih dari separuh pasar.

Perusahaan asuransi perketat kontrol atas jalur pelayaran Hormuz

Jepang dan Korea Selatan hadapi eksposur lebih besar terhadap risiko energi Teluk.

Perusahaan tinjau ulang perlindungan kesehatan seiring biaya klaim yang terus naik

Perubahan rider MOH perketat cakupan dan naikkan eksposur co-payment mulai April 2026.

Perang Iran tingkatkan risiko jangka panjang bagi keuntungan asuransi konstruksi Asia

Gangguan rantai pasok dan volatilitas energi berpotensi kerek premi lebih tinggi pada 2027.

Asuransi Asia Tenggara berisiko tergerus laba akibat sistem data yang lemah

CEO Igloo sebut infrastruktur usang batasi manfaat AI meski belanja teknologi terus naik.

Keluhan terhadap perusahaan asuransi Hong Kong naik empat tahun berturut-turut

Otoritas asuransi soroti celah dalam insentif, keterbukaan informasi, dan pengawasan.

Kerugian akibat perubahan iklim yang terus meningkat uji ketahanan jaring pengaman asuransi China

Perusahaan asuransi yang untung besar pun punya batas dalam mengalihkan risiko bencana, meski skala pasarnya besar.