Bank DBS Indonesia mendorong ESG melalui spark savings | Asian Business Review
, Indonesia
1302 views

Bank DBS Indonesia mendorong ESG melalui spark savings

Rekening tabungan ini menawarkan bunga tahunan hingga 3,25%.

Bank DBS  Indonesia telah mengubah produk Green Savings menjadi Spark Savings, yang memungkinkan pemegang rekening menyumbangkan sebagian dari bunga yang mereka terima kepada mitra sosial.

“Fokus konsumen yang semakin besar terhadap keberlanjutan kini semakin memengaruhi strategi bisnis perusahaan,” kata Melfrida Gultom, Direktur Consumer Banking Group di DBS Bank Indonesia kepada Asian Banking & Finance melalui email.

“Kami melihat tren ini sebagai peluang untuk meningkatkan keterlibatan nasabah dalam inisiatif ESG (Environmental, Social, and Governance) kami,” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa Spark Savings memungkinkan nasabah berpartisipasi dalam berbagai inisiatif keberlanjutan yang berfokus pada lingkungan, pendidikan, dan masyarakat, sejalan dengan meningkatnya kesadaran publik terhadap keuangan berkelanjutan.

Produk keuangan ini membuat proses donasi menjadi mudah hanya dengan menabung, memastikan transparansi melalui laporan kontribusi, serta memberikan akses yang mudah melalui cabang, mesin ATM, phone banking, atau aplikasi DBS.

Spark Savings menawarkan suku bunga tahunan hingga 3,25% dan laporan berkala tentang penyaluran dana kepada mitra sosial yang telah dikurasi, yang dikirimkan melalui email.

Spark Savings merupakan bagian dari upaya DBS Bank Indonesia untuk mengintegrasikan prinsip ESG dalam layanan perbankan, kata Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing and Communications di DBS Bank Indonesia.

“Kami secara aktif mengedukasi nasabah mengenai pentingnya keberlanjutan melalui berbagai platform digital dan program literasi keuangan,” katanya. “Dengan cara ini, kami berharap nasabah tidak hanya memahami ESG, tetapi juga menerapkannya dalam pengambilan keputusan finansial mereka.”

Bagi nasabah korporat, DBS Bank Indonesia menawarkan pinjaman dan obligasi berprinsip keberlanjutan (sustainability-linked loans and bonds) untuk mendukung proyek-proyek energi yang lebih ramah lingkungan.
Bank tersebut menyatakan bahwa pembiayaan hijau dan sosial mereka telah mencapai lebih dari US$368 juta (Rp6 triliun) per November 2024.

Monika mengatakan bahwa DBS menerapkan manajemen risiko untuk memastikan setiap keputusan bisnis tetap menguntungkan tanpa mengorbankan aspek keberlanjutan.

“Adopsi teknologi juga menjadi bagian penting dari strategi ESG DBS, misalnya melalui aplikasi digibank by DBS, yang mengurangi ketergantungan pada kertas dan cabang fisik dalam transaksi perbankan,” tambahnya.

EDC tingkatkan fasilitas panas bumi Leyte

Hal ini untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan perpanjangan usia operasional pembangkit.

Radjak luncurkan unit cepat jantung dan stroke untuk tanggap darurat perkotaan

Model ini berpotensi diperluas ke jaringan rumah sakit urban seiring meningkatnya kebutuhan.

Mayapada fokus kurangi kesalahan awal proses laboratorium

Mereka menargetkan hasil pemeriksaan yang lebih konsisten di seluruh jaringan rumah sakit.

A1 Health hentikan penggunaan anestesi desflurane di Indonesia

Langkah ini menurunkan emisi karbon di ruang operasi hingga 25%.

WA Health perluas sistem pesan digital untuk memperkuat respons darurat

Platform ini menggantikan pager, panggilan telepon, dan SMS untuk memangkas keterlambatan koordinasi.

AHCC perkuat layanan kanker lewat program Patient Advisor

Pendamping pasien membangun kepercayaan, menjelaskan prosedur, hingga memastikan tindak lanjut terapi.

DFI Retail perbarui toko Guardian dan IKEA untuk pengalaman belanja lebih cerdas

Bisnis tidak lagi sekadar transaksi, tetapi semakin bersifat advisori.

Mal di Indonesia prioritaskan pembaruan dibanding ekspansi

Perubahan ini mencerminkan fokus Thailand pada leisure dan Jepang pada efisiensi.

Oh!Some mengandalkan retail berbasis pengalaman untuk menarik konsumen

Layout toko interaktif, kolaborasi, dan event langsung bertujuan mendorong kunjungan ulang.

Departemen store di Singapura mengecil, tambahkan konsep kuliner dan wellness

Media sosial dan e-commerce menaikkan ekspektasi konsumen.