AkzoNobel percepat transformasi digital dan keberlanjutan untuk capai target 2030 | Asian Business Review
, Indonesia
5877 views
Farooq Ayub Khan, cluster manufacturing manager for Pakistan, Malaysia, Indonesia, and Vietnam at AkzoNobel

AkzoNobel percepat transformasi digital dan keberlanjutan untuk capai target 2030

Perusahaan menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 50% di seluruh rantai nilai pada 2030.

Produsen cat asal Belanda, AkzoNobel, mempercepat upaya transformasi digital dan keberlanjutannya melalui perluasan e-procurement, pemantauan jarak jauh (remote monitoring), serta penguatan kemitraan dengan pemasok guna meningkatkan transparansi di seluruh rantai pasok.

Beroperasi di lebih dari 150 negara dengan merek seperti Dulux, International, Sikkens, dan Interpon, perusahaan ini telah menurunkan emisi karbon sebesar 41% pada 2024 dibandingkan baseline tahun 2018. AkzoNobel menargetkan pengurangan emisi hingga 50% pada 2030 di seluruh rantai nilai, sekaligus beralih sepenuhnya ke material yang dapat didaur ulang atau berasal dari sumber terbarukan dalam operasionalnya sendiri.

“Masa depan manufaktur berkelanjutan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh,” kata Farooq Ayub Khan, Cluster Manufacturing Manager untuk Pakistan, Malaysia, Indonesia, dan Vietnam di AkzoNobel, kepada Manufacturing Asia. “Kami menggabungkan tanggung jawab lingkungan, ketahanan rantai pasok, dan inovasi berkelanjutan untuk mencapainya.”

Berbagai inisiatif AkzoNobel mencakup desain produk, efisiensi pabrik, dan optimalisasi penggunaan sumber daya. Perusahaan juga tengah menghapus penggunaan bahan berbahaya secara bertahap, sementara fasilitas yang beroperasi di wilayah rawan kekeringan difokuskan pada upaya pengurangan konsumsi air. Berbagai langkah penghematan energi juga berhasil menurunkan penggunaan energi di sejumlah lokasi operasional.

Inovasi produk menjadi salah satu pilar utama strateginya. Di Indonesia, Dulux Weathershield dengan Keep Cool Technology mampu menurunkan suhu ruangan hingga 5°C, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pendingin udara.

Sementara itu, di Pakistan, salah satu pabrik AkzoNobel memperoleh 30% kebutuhan listriknya dari panel surya dan dilengkapi dengan hutan mini Miyawaki yang dirancang untuk membantu menyerap karbon.

Teknologi digital juga mengubah cara perusahaan beroperasi. Penerapan sistem manajemen gudang (warehouse management system) dan sistem eksekusi manufaktur (manufacturing execution system) yang ringan telah memungkinkan sejumlah fasilitas beroperasi tanpa kertas (paperless). Otomasi juga membantu menyederhanakan berbagai proses, mulai dari penanganan bahan baku hingga produk jadi.

“Otomasi dan digitalisasi meningkatkan efisiensi, mengurangi limbah, dan mempercepat layanan kepada pelanggan,” kata Khan dalam jawaban tertulisnya.

Untuk memperkuat inovasi, AkzoNobel memindahkan pusat penelitian dan pengembangan (R&D) regionalnya di ASEAN agar lebih dekat dengan fasilitas produksi. Langkah ini memungkinkan peneliti, tim pemasaran, dan tim pabrik berkolaborasi secara lebih intensif, dengan produk diuji pada skala percontohan sebelum dipasarkan.

Perusahaan juga memantau berbagai indikator kinerja secara ketat, mulai dari keluhan pelanggan—yang kini menunjukkan tren penurunan—hingga survei kepuasan karyawan, serta konsumsi energi dan air. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan pencapaian target keberlanjutan tetap berada di jalur yang telah ditetapkan.

Ke depan, AkzoNobel berencana memperluas penggunaan otomasi, meningkatkan sistem pengendalian kualitas berbasis digital, serta memperbaiki pengalaman pelanggan.

“Untuk mencapai target ambisius pada 2030, kami membutuhkan kolaborasi yang erat dengan pemasok, pelanggan, dan mitra industri,” ujar Khan.

AkzoNobel percepat transformasi digital dan keberlanjutan untuk capai target 2030

Perusahaan menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 50% di seluruh rantai nilai pada 2030.

Indonesia berupaya membantu pabrik keluar dari ‘pilot trap’ teknologi

Pemerintah ingin memastikan transformasi digital di sektor manufaktur dapat berjalan berkelanjutan.

Mazari bidik pembeli untuk tinggal jangka panjang seiring pasar Bali kian matang

Pengembang tersebut menyebut permintaan bergeser melampaui investor sewa.

Lyvin Properties bertaruh pada kemewahan berkepadatan rendah di Bukit Selatan, Bali

Ruang, privasi, dan kualitas lingkungan kini menjadi pendorong utama permintaan.

PGE mulai proyek rendah karbon di Banten

Perusahaan menargetkan kapasitas terpasang 1 gigawatt dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Indonesia cement glut quickens low-carbon shift

Pasar tak lagi memberi penghargaan bagi ekspansi kapasitas.

Indosat targetkan pendapatan cloud AI senilai $170 juta dalam 3 tahun

Perusahaan ini berupaya memperluas kapasitas pusat data AI hingga 1GW pada 2030.

MyRepublic luncurkan broadband nirkabel 5G di Indonesia

Layanan ini bertujuan memperluas jangkauan broadband melampaui cakupan fiber.

Telkomsel perluas layanan pesan bisnis, tak lagi sebatas SMS

Layanan ini memungkinkan perusahaan mengirim pesan berisi gambar, video, dan tombol yang bisa diklik.

Kepercayaan diri masyarakat Indonesia atas keamanan finansial menurun: Survei

Hampir seperempat responden mengambil dana tabungan untuk menutupi pengeluaran harian.