CEO ZA Bank pertegas fokus pada wealth management dan aset digital
Bank digital ini berencana meluncurkan layanan perdagangan saham Hong Kong pada akhir tahun.
ZA Bank Ltd. akan memperkuat fokus pada bisnis wealth management untuk menangkap peluang di salah satu sektor jasa keuangan dengan pertumbuhan tercepat di Hong Kong, kata CEO baru ZA Bank, Calvin Ng.
“Saya bisa katakan fokus kami saat ini lebih mengarah ke wealth management karena fondasinya sudah ada,” ujarnya kepada Hong Kong Business. “Kami telah membangun kepercayaan pengguna dan memiliki lebih banyak produk yang mendukung.”
Ia menambahkan bahwa bank masih akan memperluas pilihan kelas aset. “Begitu rangkaian produk dasarnya lengkap, itu akan menjadi arah utama strategi digital wealth management kami ke depan,” katanya.
Saat ini, bank digital tersebut sudah menawarkan perdagangan aset kripto, saham AS, serta akses ke lebih dari 170 reksa dana dan unit trust. Ng mengungkapkan layanan perdagangan saham Hong Kong juga tengah dipersiapkan dan ditargetkan meluncur pada akhir tahun ini.
Menurut data Hong Kong Monetary Authority dan Securities and Futures Commission, total aset kelolaan (assets under management/AUM) di Hong Kong naik 13% secara tahunan menjadi HK$35 triliun tahun lalu. ZA Bank melihat pertumbuhan ini sebagai peluang besar bagi pemain digital.
“Peluang bagi kami adalah bagaimana membuat wealth management relevan di era wealth digital,” kata Ng. Menurutnya, perilaku konsumen telah berubah, dengan akses yang lebih luas ke pilihan investasi global serta kemampuan pengguna untuk mengambil keputusan investasi secara mandiri.
Perubahan tersebut dinilai membuka peluang baru bagi bank untuk mengikuti tren sekaligus memperluas peran di pasar wealth management digital.
Ng mengatakan tujuan ZA Bank adalah menjadi pilihan utama generasi berikutnya untuk layanan digital wealth. Pada semester pertama 2025, bank digital ini telah mencapai satu juta pengguna.
“Kami ingin membangun platform wealth yang terintegrasi, beragam, dan serba dalam satu aplikasi, yang membantu nasabah mengembangkan aset melalui pengalaman hyper-personalised dan akses tanpa hambatan ke pasar global,” ujarnya. “Wealth bukan sekadar fitur, tetapi mesin profit kami, dan kami mengembangkannya secara terarah.”
Selain produk wealth, ZA Bank juga akan memperdalam ekspansi di aset digital dan layanan berbasis Web3.
“Web3 sudah hadir, tetapi membutuhkan jembatan yang tepercaya,” kata Ng. Bank ingin membawa standar kepatuhan setingkat bank ke transaksi aset digital, sekaligus memungkinkan nasabah memperdagangkan aset kripto langsung dari rekening tabungan mereka.
Pada 2024, ZA Bank menjadi bank pertama di Asia yang menawarkan perdagangan kripto untuk nasabah ritel. Bank ini juga merupakan bank digital pertama di Hong Kong yang menyediakan layanan reserve banking bagi pengguna stablecoin.
Seiring pemberlakuan undang-undang stablecoin di Hong Kong pada Agustus yang mewajibkan penerbit token berbasis fiat memiliki lisensi, ZA Bank menargetkan diri menjadi mitra reserve bagi penerbit yang telah mendapatkan izin.
“Regulasi baru ini memberikan kejelasan dan membuka peluang baru,” kata Ng.
Di sisi teknologi, efisiensi operasional juga menjadi agenda utama. ZA Bank memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi sinyal risiko, menyederhanakan proses back-end, serta meningkatkan layanan nasabah melalui chatbot dan otomatisasi.
“Konsumen saat ini menginginkan pengalaman perbankan ala Netflix—cepat, relevan, dan personal,” ujarnya. “Masa depan bukan lagi one-size-fits-all, melainkan one-size-fits-you.”