DANA pangkas aktivitas perjudian lewat deteksi real-time
Fintech asal Indonesia ini memperketat pengawasan seiring lonjakan aktivitas e-gaming.
Platform dompet digital Indonesia, DANA, berhasil menurunkan aktivitas terkait perjudian di platformnya hingga 80% melalui sistem deteksi fraud prediktif dan peringatan transaksi secara real-time.
“Kami tidak lagi bersifat reaktif, tetapi prediktif,” kata Vince Iswara, CEO sekaligus co-founder operator DANA, PT Espay Debit Indonesia Koe, kepada Asian Banking & Finance melalui jawaban tertulis. “Kami terus memperbarui parameter risiko dan analisis tipologi untuk tetap selangkah lebih maju terhadap pola ilegal, khususnya perjudian online.”
Sistem deteksi fraud DANA dirancang untuk terus beradaptasi terhadap pola perilaku mencurigakan, sehingga mampu memblokir transaksi ilegal dengan lebih akurat. Sistem ini diperkuat fitur Smart Friction, yang memberikan peringatan secara real-time ketika pengguna mencoba mengirim dana ke rekening yang telah ditandai berisiko.
“Ancaman saat ini telah melampaui kemampuan kerangka konvensional,” kata Ivan Yustiavandana, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dalam seminar di Jakarta pada 30 Juli. “Kami mengapresiasi pelaporan proaktif dan deteksi fraud yang maju dari DANA—upaya ini membantu menutup celah sistemik.”
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya tekanan regulator, setelah PPATK memproyeksikan ekonomi perjudian online di Indonesia dapat mencapai US$73 miliar (sekitar Rp1,2 kuadriliun) pada akhir tahun. Indonesia, yang sistem hukumnya banyak dipengaruhi prinsip syariah, menerapkan larangan ketat terhadap segala bentuk perjudian—baik fisik maupun online—berdasarkan Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
DANA juga menjalankan inisiatif patroli digital yang sejak 2020 telah menandai lebih dari 39.000 situs web dan akun media sosial yang terkait perjudian. Perusahaan juga telah menyerahkan data ratusan ribu pengguna mencurigakan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk tindak lanjut.
“Kami tidak hanya menunggu laporan; kami secara proaktif menyisir ekosistem dan melaporkan temuan,” kata Rangga Wiseno, Chief of Products DANA, dalam jawaban tertulis. “Jika dikombinasikan dengan dukungan regulator, hal ini menciptakan lingkungan yang lebih bersih bagi pengguna.”
Menurut Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, volume transaksi terkait perjudian di DANA turun hingga 80% setelah pengawasan diperketat serta adanya pertukaran data lintas lembaga.
“Model yang diterapkan DANA menjadi preseden. Ini menunjukkan apa yang bisa terjadi ketika platform digital berkomitmen pada akuntabilitas di tingkat sistem,” katanya.
DANA juga bekerja sama erat dengan Bank Indonesia untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan penerapan strategi manajemen risiko yang lebih luas di sektor keuangan digital.
“Layanan keuangan digital tidak cukup hanya mudah digunakan—tetapi juga harus aktif melindungi sistem,” kata Yustiavandana. “Inisiatif DANA menjadi salah satu contoh yang menunjukkan prinsip tersebut secara jelas.”