AHCC perkuat layanan kanker lewat program Patient Advisor | Asian Business Review
, Indonesia
10565 views
Silvia Haniwijaya Tjokro, general manager at AHCC

AHCC perkuat layanan kanker lewat program Patient Advisor

Pendamping pasien membangun kepercayaan, menjelaskan prosedur, hingga memastikan tindak lanjut terapi.

Adi Husada Cancer Center (AHCC) di Surabaya, Jawa Timur memadukan terapi kanker modern dengan sistem pendampingan personal yang membantu pasien melewati setiap tahapan pengobatan.

Silvia Haniwijaya Tjokro, general manager AHCC, mengatakan program unggulan mereka adalah Patient Advisor, yakni pendamping yang menjadi satu titik kontak bagi pasien dan keluarga sepanjang proses perawatan.

“Patient Advisor bukan sekadar mengurus hal-hal administratif,” ujarnya kepada Healthcare Asia dalam sebuah wawancara. “Mereka membangun kepercayaan, menjelaskan prosedur, melakukan tindak lanjut setelah terapi, dan yang paling penting, membuat pasien merasa suaranya didengar.”

Rumah sakit menyesuaikan terapi sesuai kebutuhan masing-masing pasien, memanfaatkan perangkat digital, serta mendorong kolaborasi lintas spesialisasi dalam proses pengobatan.

Melalui tes genetik dan molekuler seperti next generation sequencing, dokter dapat memilih terapi target atau imunoterapi yang lebih tepat bagi pasien tertentu. Pemeriksaan biomarker juga membantu memprediksi respons terhadap terapi, sehingga efek samping yang tidak perlu dapat diminimalkan.

Digitalisasi memegang peran penting. Teknologi kecerdasan buatan membantu dokter membaca hasil computed tomography (CT) scan dan mammogram, sementara layanan telemedisin memungkinkan pasien dari Indonesia Timur maupun luar negeri berkonsultasi dengan spesialis AHCC secara daring. Dokter, ahli bedah, psikolog, ahli gizi, hingga perawat bekerja bersama untuk menghadirkan layanan yang terkoordinasi.

Program Patient Advisor menjadi penghubung dari seluruh elemen tersebut, mulai dari membantu penjadwalan, pengurusan administrasi, tindak lanjut terapi, hingga dukungan emosional. Program ini juga baru saja diperluas dengan layanan psikologis bagi pasien serta pendamping mereka.

AHCC juga bergabung dengan Asia OneHealthCare (A1H), jaringan rumah sakit regional yang membuka akses terhadap benchmark internasional dan sistem rujukan yang lebih luas.

Keberhasilan program diukur melalui survei net promoter score serta wawancara pasien pada tahap awal, pertengahan, dan setelah terapi. Silvia menyebut AHCC secara konsisten meraih skor tinggi dalam evaluasi tersebut.

Sebagai contoh, seorang pasien kemoterapi sempat mengeluhkan ketidaknyamanan saat proses injeksi dan meminta perawat yang lebih berpengalaman. Permintaan itu ditindaklanjuti dengan cepat oleh koordinator keperawatan, sementara Patient Advisor melakukan pemantauan lanjutan. Pasien tersebut kemudian menyatakan merasa lebih tenang dan dihargai.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Patient Advisor dituntut memiliki kombinasi kemampuan yang tidak umum: pemahaman medis, keterampilan administratif, serta kecerdasan emosional. Untuk menjawab kebutuhan itu, AHCC berinvestasi dalam pelatihan dan menghadirkan pakar dari Singapura dan Malaysia guna berbagi praktik terbaik.

Sebagian pasien juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan konsep pendampingan intensif, mengingat sebelumnya mereka lebih terbiasa berinteraksi langsung hanya dengan dokter.

Untuk menjaga konsistensi layanan, AHCC menggelar pertemuan lintas departemen setiap dua minggu yang melibatkan dokter, perawat, farmasi, hingga tim administrasi.

Dalam tiga tahun ke depan, AHCC berencana memperluas peran Patient Advisor melalui peningkatan pelatihan medis dan penguatan kapasitas pendampingan.

“Visi kami adalah menjadikan Patient Advisor semakin komprehensif, sehingga sekompleks apa pun perjalanan pengobatan kanker, pasien tetap merasa didampingi dan diperhatikan,” kata Silvia.

ExxonMobil perluas layanan predictive maintenance di Indonesia

Tujuh lokasi mereka kini menggabungkan lubrication management dengan analisis oli.

PGE bangun keandalan pembangkit geotermal sejak hari pertama proyek

Operator menggunakan data lapangan untuk meningkatkan kinerja jangka panjang.

Filipina bayar listrik lebih mahal dibandingkan sebagian besar negara Asia Tenggara

Bahan bakar impor dan biaya jaringan listrik terus mendorong tagihan listrik semakin tinggi.

Indonesia andalkan regulasi stem cell untuk tingkatkan layanan longevity

Klinik, resor, dan pengembang properti muncul sebagai adopter awal.

Asuransi Malaysia berlomba memperbaiki customer journey

Empati dan transparansi menjadi keunggulan kompetitif.

Levi's manfaatkan Asia untuk matangkan strategi lifestyle premium

Tren konsumen yang bergerak cepat turut membentuk strategi global merek ini.

Huawei andalkan uji kamera langsung di toko

Perbandingan langsung menggantikan spesifikasi teknis dalam strategi penjualan.

Peritel optik Singapura andalkan layanan eye care untuk dorong repeat order

Keahlian profesional jadi daya tarik yang makin penting seiring meningkatnya persaingan harga.

Pengiriman lewat drone ciptakan ceruk premium di ritel China

Perusahaan mengincar kecepatan dan kepraktisan, bukan menggantikan kurir konvensional.

MINISO melangkah lebih jauh ke creator economy lewat galeri di Shanghai

Peritel ini berencana ekspansi ke Hong Kong, Beijing, Tokyo, Paris, dan New York.