Siam Piwat terapkan standar ramah lingkungan bagi seluruh tenant mal di Bangkok
Permintaan pascapandemi mendorong pergeseran menuju konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Operator pusat perbelanjaan asal Thailand, Siam Piwat Company Ltd., memperketat penerapan standar keberlanjutan bagi seluruh tenant di Siam Paragon, Bangkok. Lebih dari 50 mitra ritel kini menerapkan standar yang mencakup sumber bahan baku, penggunaan energi, dan pengelolaan limbah.
"Keberlanjutan telah lama menjadi bagian dari DNA Siam Piwat dan kini menjadi elemen penting bagi masa depan destinasi ritel global," kata CEO Chadatip Chutrakul kepada *Retail Asia*.
Menurutnya, Siam Paragon yang menerima lebih dari 200.000 pengunjung setiap hari menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari operasional sehari-hari, bukan sekadar program terpisah, dan menerapkannya di seluruh area mal.
Chadatip mengatakan semakin banyak tenant yang memenuhi standar lingkungan yang lebih ketat, didorong oleh meningkatnya permintaan konsumen pascapandemi terhadap produk dan layanan yang lebih bertanggung jawab.
"Konsumen kini semakin peduli terhadap dampak lingkungan dan sosial dari keputusan pembelian mereka. Banyak di antaranya juga bersedia membayar lebih untuk produk maupun pengalaman yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial," katanya melalui jawaban tertulis.
Ia menambahkan bahwa Siam Piwat memandang keberlanjutan sebagai faktor yang menciptakan nilai bagi bisnis, bukan sekadar menambah biaya operasional. Karena itu, seluruh tenant didorong untuk memenuhi target keberlanjutan yang telah ditetapkan bersama.
Salah satu pilar utama strategi tersebut adalah NEXTOPIA, sebuah konsep ritel yang dirancang sebagai ruang uji coba untuk mengembangkan model bisnis yang mengintegrasikan target lingkungan dan sosial ke dalam operasional komersial.
NEXTOPIA menggabungkan area ritel, makanan dan minuman, serta ruang komunitas sehingga tenant dapat menampilkan produk ramah lingkungan sekaligus berpartisipasi dalam berbagai inisiatif yang berkaitan dengan energi bersih, ekonomi sirkular, dan efisiensi penggunaan sumber daya.
Proyek ini dikembangkan bersama sejumlah mitra, termasuk B.Grimm Power Public Company Ltd., The Siam Cement Public Company Ltd., Indorama Ventures Public Company Ltd., dan Kasikornbank Public Company Ltd.
Menurut Chadatip, keterlibatan tenant dijaga melalui kampanye, pelatihan, dan kolaborasi untuk menyelaraskan praktik keberlanjutan di seluruh jaringan. Namun, ia menegaskan model tersebut masih terus berkembang dan belum memiliki bentuk akhir yang baku.
"Belum ada yang benar-benar mengetahui seperti apa bentuk akhir model ini atau hasil yang pada akhirnya akan dicapai," katanya.
Chadatip menambahkan, ECOTOPIA memperluas pendekatan tersebut dengan menghubungkan lebih dari 110.000 produk hasil daur ulang dan *upcycle* dari lebih dari 800 usaha kecil di Thailand ke dalam ekosistem ritel Siam Piwat.
Menurutnya, model ini berpotensi diterapkan di negara lain yang telah memiliki ekosistem ekonomi sirkular yang lebih matang, sekaligus menjadikan Thailand sebagai lokasi percontohan bagi pengembangan model ritel yang berfokus pada operasional yang lebih ramah lingkungan.