Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru | Asian Business Review
, Australia
2361 views
Scott Hamilton, chief development officer at Nando's. / Photo provided

Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru

Jaringan restoran ini membidik lokasi premium di luar klaster QSR tradisional.

Nando's Australia Pty. Ltd. mengandalkan desain gerai yang khas untuk mengamankan lokasi drive-thru yang semakin terbatas, seiring persaingan mendapatkan lokasi strategis di sektor restoran cepat saji (*quick-service restaurant*/QSR) yang kian ketat.

Scott Hamilton, chief development officer di jaringan restoran yang dikenal dengan menu ayam peri-peri ini, mengatakan pernah ada masa ketika pemilik lahan hanya memilih dari empat atau lima merek. "Kini mereka memiliki 14 hingga 15 merek untuk dipilih," katanya kepada *QSR Media*.

Menurut Hamilton, pemilik lahan kini semakin mempertimbangkan kualitas desain gerai sebagai salah satu faktor utama dalam memilih penyewa. Nando's pun memosisikan restorannya sebagai daya tarik utama di kawasan ritel.

"Kami melihat banyak pemilik lahan memandang konsep kami sebagai cara yang efektif untuk menjadi daya tarik sebuah kawasan, sesuatu yang langsung mencuri perhatian," katanya melalui telekonferensi.

Gerai Nando's menampilkan interior bergaya Afrika, perabotan buatan tangan, karya seni orisinal, serta musik Afro-Luso yang dikurasi khusus.

Hamilton mengatakan pendekatan desain tersebut kerap melampaui standar *fit-out* yang diminta pemilik lahan dan menjadi nilai tambah saat perusahaan bersaing mendapatkan lokasi baru.

Ia menambahkan, meningkatnya persaingan mendapatkan lokasi drive-thru juga mengubah dinamika pasar. Pemilik lahan kini memiliki keleluasaan lebih besar dalam menyusun komposisi penyewa serta mengembangkan kawasan kuliner yang lebih beragam, tidak lagi hanya didominasi jaringan restoran cepat saji.

Menurut Hamilton, ekspansi merek-merek *casual dining* justru memperluas potensi pasar, bukan sekadar memperketat persaingan untuk memperebutkan pelanggan yang sama.

Selain lokasi drive-thru dan pusat perbelanjaan, Nando's juga membidik kawasan pusat bisnis (*central business district*/CBD) untuk menangkap permintaan pada jam makan siang maupun makan malam.

Perusahaan juga mulai menjajaki kawasan hiburan dan rekreasi, seiring meningkatnya permintaan terhadap pengalaman bersantap yang lebih premium, terutama pada akhir pekan.

Peritel India beralih ke strategi hiperlokal seiring ekspansi berbasis kota mulai kehilangan relevansi

Peritel memanfaatkan data pasar mikro untuk menentukan lokasi pembukaan toko.

Siam Piwat terapkan standar ramah lingkungan bagi seluruh tenant mal di Bangkok

Permintaan pascapandemi mendorong pergeseran menuju konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru

Jaringan restoran ini membidik lokasi premium di luar klaster QSR tradisional.

Restoran ramah hewan peliharaan berpotensi dongkrak lalu lintas mal di pusat kota Hong Kong

Belanja akhir pekan diperkirakan lebih menguntungkan mal di pusat kota dibandingkan pusat perbelanjaan di pinggiran.

Uniqlo buka gerai interaktif koleksi pakaian untuk cuaca panas di Singapura

Pengunjung dapat merasakan langsung fungsi kain melalui instalasi interaktif.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Kepergian Deliveroo picu duopoli pengiriman makanan di Singapura

Konsolidasi pasar diperkirakan mendorong kenaikan biaya pengiriman dan komisi merchant seiring dominasi Grab dan Foodpanda.

Merek-Merek lepaskan 20 juta pembeli demi konsumen kelas atas Asia

Sekitar 20 juta konsumen berhenti membeli produk mewah tahun lalu.

AI merambah toko kelontong di Filipina

Penerapan yang lebih luas berpotensi menghasilkan nilai ekonomi hingga US$48 miliar pada 2030.

Hong Kong perkuat fokus pada pencegahan penyakit

Langkah ini memberikan hasil positif bagi sistem kesehatan kota tersebut.