Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru | Asian Business Review
, Australia
3132 views
Scott Hamilton, chief development officer at Nando's. / Photo provided

Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru

Jaringan restoran ini membidik lokasi premium di luar klaster QSR tradisional.

Nando's Australia Pty. Ltd. mengandalkan desain gerai yang khas untuk mengamankan lokasi drive-thru yang semakin terbatas, seiring persaingan mendapatkan lokasi strategis di sektor restoran cepat saji (*quick-service restaurant*/QSR) yang kian ketat.

Scott Hamilton, chief development officer di jaringan restoran yang dikenal dengan menu ayam peri-peri ini, mengatakan pernah ada masa ketika pemilik lahan hanya memilih dari empat atau lima merek. "Kini mereka memiliki 14 hingga 15 merek untuk dipilih," katanya kepada *QSR Media*.

Menurut Hamilton, pemilik lahan kini semakin mempertimbangkan kualitas desain gerai sebagai salah satu faktor utama dalam memilih penyewa. Nando's pun memosisikan restorannya sebagai daya tarik utama di kawasan ritel.

"Kami melihat banyak pemilik lahan memandang konsep kami sebagai cara yang efektif untuk menjadi daya tarik sebuah kawasan, sesuatu yang langsung mencuri perhatian," katanya melalui telekonferensi.

Gerai Nando's menampilkan interior bergaya Afrika, perabotan buatan tangan, karya seni orisinal, serta musik Afro-Luso yang dikurasi khusus.

Hamilton mengatakan pendekatan desain tersebut kerap melampaui standar *fit-out* yang diminta pemilik lahan dan menjadi nilai tambah saat perusahaan bersaing mendapatkan lokasi baru.

Ia menambahkan, meningkatnya persaingan mendapatkan lokasi drive-thru juga mengubah dinamika pasar. Pemilik lahan kini memiliki keleluasaan lebih besar dalam menyusun komposisi penyewa serta mengembangkan kawasan kuliner yang lebih beragam, tidak lagi hanya didominasi jaringan restoran cepat saji.

Menurut Hamilton, ekspansi merek-merek *casual dining* justru memperluas potensi pasar, bukan sekadar memperketat persaingan untuk memperebutkan pelanggan yang sama.

Selain lokasi drive-thru dan pusat perbelanjaan, Nando's juga membidik kawasan pusat bisnis (*central business district*/CBD) untuk menangkap permintaan pada jam makan siang maupun makan malam.

Perusahaan juga mulai menjajaki kawasan hiburan dan rekreasi, seiring meningkatnya permintaan terhadap pengalaman bersantap yang lebih premium, terutama pada akhir pekan.

Levi's manfaatkan Asia untuk matangkan strategi lifestyle premium

Tren konsumen yang bergerak cepat turut membentuk strategi global merek ini.

Huawei andalkan uji kamera langsung di toko

Perbandingan langsung menggantikan spesifikasi teknis dalam strategi penjualan.

Peritel optik Singapura andalkan layanan eye care untuk dorong repeat order

Keahlian profesional jadi daya tarik yang makin penting seiring meningkatnya persaingan harga.

Pengiriman lewat drone ciptakan ceruk premium di ritel China

Perusahaan mengincar kecepatan dan kepraktisan, bukan menggantikan kurir konvensional.

MINISO melangkah lebih jauh ke creator economy lewat galeri di Shanghai

Peritel ini berencana ekspansi ke Hong Kong, Beijing, Tokyo, Paris, dan New York.

OCBC perluas akses wealth management berbasis digital

Mobile banking membawa layanan investasi ke lebih banyak masyarakat Indonesia.

Aturan bunker LNG Singapura perberat biaya dan tanggung jawab pemasok

Pemasok wajib memiliki atau menyewa kapal bunker LNG serta mengamankan kapasitas penyimpanan dan pengiriman.

Telko ubah AI jadi layanan berbasis pemakaian bagi bisnis

Operator gabungkan daya komputasi dengan konektivitas untuk menangkap permintaan enterprise.

Persaingan telko Singapura tetap ketat pasca batalnya kesepakatan Simba-M1

Pasar kecilnya membuat sektor mobile dan broadband tetap dalam kondisi jenuh.