Perusahaan asuransi perlu perluas perlindungan siber seiring pemilik kapal Singapura tingkatkan keamanan | Asian Business Review
, Singapore
1067 views

Perusahaan asuransi perlu perluas perlindungan siber seiring pemilik kapal Singapura tingkatkan keamanan

Penanggung harus memperbarui model underwriting saat gangguan navigasi berbasis siber semakin meningkat.

Perusahaan asuransi maritim di Singapura menghadapi tekanan biaya yang lebih tinggi seiring meningkatnya insiden GPS spoofing dan jamming di jalur pelayaran utama. Tren ini mendorong pemilik kapal memperkuat sistem keamanan siber di armada mereka sekaligus memaksa penanggung mengubah cara penetapan harga dan pemodelan risiko digital.

“Digitalisasi memengaruhi hampir semua industri dan sektor bisnis,” kata Lars Lange, Secretary General International Union of Marine Insurance (IUMI), kepada Insurance Asia. “Asuransi maritim memang relatif lambat dalam mengadopsi teknologi, tetapi perubahan mulai terjadi.”

Menurutnya, perusahaan asuransi kini mulai memperbarui proses underwriting karena gangguan navigasi yang terkait ancaman siber semakin sering terjadi.

Pemilik kapal menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menerapkan perlindungan digital yang lebih kuat, seiring penyebaran insiden spoofing di kawasan Timur Tengah, Laut Hitam, dan sebagian Asia Tenggara.

Salah satu inisiatif yang muncul untuk menutup kesenjangan perlindungan adalah program Singapore Cyber Insurance for Safe Shipping and Operational Readiness (SCISSOR) yang diluncurkan Singapore Shipping Association (SSA).

Produk ini memberikan perlindungan risiko siber yang umumnya tidak tercakup dalam polis asuransi maritim tradisional, seperti kerugian akibat ransomware, gangguan operasional karena serangan digital, serta pencurian yang terkait pelanggaran sistem.

Presiden SSA TS Teo mengatakan para pemilik kapal kini mulai memandang perlindungan siber sebagai kebutuhan operasional inti. Organisasi tersebut juga meluncurkan SCISSOR Index, yakni sistem penilaian keamanan siber yang memungkinkan perusahaan mengukur tingkat kesiapan sekaligus mengidentifikasi celah risiko.

“Serangan seperti ini dapat menimbulkan konsekuensi serius. Kami melihat lonjakan kasus GPS spoofing dan jamming pada 2025, yang dapat menyebabkan kapal bertabrakan atau kandas, sehingga menimbulkan risiko besar bagi keselamatan kapal dan awak,” katanya.

Teo menambahkan, perusahaan asuransi juga perlu meningkatkan kapabilitas digital agar mampu mengikuti perkembangan risiko. Menurutnya, teknologi yang meningkatkan akurasi underwriting maupun mempercepat proses klaim akan membantu perusahaan asuransi merespons insiden dengan lebih cepat dan efisien.

Data IUMI menunjukkan premi asuransi maritim global mencapai US$39,92 miliar pada 2024, naik 1,5% dibanding tahun sebelumnya. Organisasi tersebut juga menyoroti risiko geopolitik, pelemahan dolar AS, tekanan dekarbonisasi armada, serta usia kapal yang semakin tua sebagai tantangan tambahan bagi industri.

Lange menyebut kenaikan premi dalam jangka panjang mencerminkan peningkatan aktivitas pelayaran sekaligus ekspansi armada global. Di Singapura, premi asuransi kargo tercatat meningkat sekitar 50% dalam satu dekade terakhir.

Peralihan industri pelayaran menuju bahan bakar yang lebih bersih juga menambah kompleksitas baru bagi pemilik kapal dan perusahaan asuransi.

“Dari perspektif underwriter hull and machinery, transisi ke bahan bakar alternatif seperti metanol, amonia, biofuel, dan propulsi listrik menghadirkan risiko sekaligus peluang,” kata Alex Lim, Senior Underwriter di QBE Insurance Group.

Ia menjelaskan bahwa metanol dan amonia membawa risiko keselamatan yang tinggi karena sifatnya yang beracun dan mudah terbakar, sehingga membutuhkan penilaian mendalam terhadap prosedur pengisian bahan bakar, pelatihan kru, dan sistem penyimpanan di kapal. Kapal berbasis baterai juga memiliki risiko tersendiri, termasuk potensi thermal runaway dan isu sistem pengisian daya.

Singapura sendiri berupaya memperlancar transisi energi ini dengan mengembangkan standar bunkering untuk metanol, amonia, dan bahan bakar baru lainnya. Meski demikian, perusahaan asuransi menilai model risiko perlu terus disesuaikan seiring meningkatnya adopsi teknologi baru.

Para underwriter kini semakin aktif bekerja sama dengan pemilik kapal untuk memahami risiko spesifik tiap armada dan merancang cakupan perlindungan yang sesuai dengan teknologi yang digunakan.

Pemerintah Singapura juga berinvestasi dalam pengembangan talenta untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang industri. Program seperti Marine and Port Authority Global Internship Award ditujukan untuk menarik generasi muda masuk ke sektor asuransi maritim agar posisi Singapura sebagai pusat keahlian dan inovasi tetap terjaga.

Lange menilai Singapura telah menjadi pendorong utama perkembangan industri asuransi maritim global dan masih memiliki peluang pertumbuhan yang kuat ke depan.

Follow the link s for more news on

DFI Retail perbarui toko Guardian dan IKEA untuk pengalaman belanja lebih cerdas

Bisnis tidak lagi sekadar transaksi, tetapi semakin bersifat advisori.

Mal di Indonesia prioritaskan pembaruan dibanding ekspansi

Perubahan ini mencerminkan fokus Thailand pada leisure dan Jepang pada efisiensi.

Oh!Some mengandalkan retail berbasis pengalaman untuk menarik konsumen

Layout toko interaktif, kolaborasi, dan event langsung bertujuan mendorong kunjungan ulang.

Departemen store di Singapura mengecil, tambahkan konsep kuliner dan wellness

Media sosial dan e-commerce menaikkan ekspektasi konsumen.

Perjalanan ke Shenzhen dorong pembelian produk perawatan rumah tangga oleh warga Hong Kong

Tiga dari empat warga Hong Kong mengunjungi provinsi Tiongkok ini pada bulan April.

Matahari buka toko ZES pertama di Jakarta

Merek ini ingin menciptakan ekosistem gaya hidup yang lebih luas.

Mega Prime bidik jangkauan penuh 1,6 juta toko kelontong

Perusahaan juga mendorong penjualan online lewat Lazada, Shopee, dan TikTok Shop.

Peritel Indonesia manfaatkan digital signage untuk tingkatkan lalu lintas pengunjung

Lippo, Erajaya, dan Kopi Kenangan memakainya untuk promosi.

MAP Indonesia bidik kelas menengah dengan fokus rumah dan kesehatan

Peritel menargetkan 70–80 juta orang di segmen menengah ke atas.