Zurich Indonesia percepat proses klaim pascabanjir Bali
Penyelesaian klaim yang lebih cepat dinilai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai solusi finansial yang nyata.
PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk menerapkan proses penyelesaian klaim yang lebih cepat sebagai upaya mengurangi dampak meningkatnya kerugian akibat perubahan iklim sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah.
Inisiatif ini diuji saat banjir yang melanda Bali pada September 2025, ketika Zurich membayarkan klaim lebih dari US$1,74 juta (Rp30 miliar). Asuransi properti mendominasi pembayaran sebesar US$1,68 juta (Rp29 miliar), sementara sisanya berasal dari klaim asuransi kendaraan bermotor. Seluruh pembayaran diproses melalui sistem fast-track untuk mempercepat pencairan bagi pemegang polis terdampak.
“Pembayaran klaim yang cepat dan transparan merupakan bukti paling nyata dari nilai asuransi,” kata Edhi Tjahja Negara, Country Manager Zurich Indonesia, kepada Insurance Asia. “Ketika risiko terjadi, kecepatan menjadi faktor krusial—bukan hanya untuk mendukung pemulihan, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan.”
Peristiwa cuaca ekstrem, mulai dari banjir hingga angin kencang, terjadi semakin sering, mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko yang dihadapi rumah tangga maupun pelaku usaha. Namun, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih berada di bawah 3%, menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran dan kepemilikan perlindungan.
Keterlambatan proses atau hambatan administrasi saat klaim diajukan kerap memperkuat skeptisisme masyarakat. Sebaliknya, penyelesaian klaim yang lebih cepat dinilai dapat meningkatkan kepercayaan terhadap asuransi sebagai alat perlindungan finansial yang praktis.
Zurich memilih fokus pada perbaikan operasional ketimbang meluncurkan produk baru. Proses dokumentasi klaim disederhanakan, sementara persetujuan internal diprioritaskan saat terjadi bencana, sehingga mampu memangkas keterlambatan prosedural.
Pendekatan ini dilakukan di tengah pertumbuhan premi yang tetap positif. Premi bruto Zurich Indonesia tercatat naik 15% hingga Oktober 2025, terdiri dari pertumbuhan 17% di Zurich General Takaful Indonesia dan 9% di Zurich Topas Life.
Segmen asuransi kendaraan bermotor tetap tumbuh meski pasar otomotif melemah, sementara premi asuransi kesehatan melonjak lebih dari 50%. Penjualan asuransi perjalanan digital juga meningkat lebih dari 40% seiring pulihnya mobilitas masyarakat.
Edhi menilai kinerja klaim kini menjadi faktor kunci dalam mendorong partisipasi jangka panjang. “Masyarakat mungkin sudah memahami pentingnya asuransi, tetapi kepercayaan mereka dibentuk oleh pengalaman ketika mengajukan klaim,” ujarnya dalam jawaban tertulis.
Zurich berencana mempertahankan proses klaim cepat ini hingga 2026 dengan dukungan peningkatan layanan dan digitalisasi, seiring persiapan menghadapi frekuensi kerugian yang diperkirakan meningkat akibat volatilitas iklim.
“Klaim adalah momen ketika asuransi membuktikan relevansinya,” tutupnya.