Superapp BCA dorong pertumbuhan transaksi digital | Asian Business Review
, Indonesia
1197 views

Superapp BCA dorong pertumbuhan transaksi digital

Transfer antar rekening menjadi layanan yang paling banyak digunakan, disusul oleh pembayaran virtual.

Jumlah transaksi digital melalui superapp PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 6,9 miliar pada tahun lalu dibandingkan dengan 2023. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya penetrasi smartphone dan internet, serta terus tumbuhnya e-commerce di Indonesia.

“Angka ini menggambarkan bagaimana layanan digital semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari nasabah,” kata I Ketut Alam Wangsawijaya EVP Transaction Banking Business Development kepada Asian Banking & Finance.

Transfer antar rekening menjadi layanan yang paling sering digunakan di bank swasta terbesar di Indonesia berdasarkan aset, diikuti oleh pembayaran virtual yang mencakup transaksi e-commerce, tagihan, dan isi ulang dompet digital, katanya di sela acara perusahaan pada Februari lalu.

“Yang ketiga, QRIS (quick response code Indonesian standard) juga sering digunakan nasabah untuk melakukan pembayaran yang mudah dan aman,” kata Ketut. Hingga Desember 2024, jumlah transaksi QRIS melalui superapp myBCA melonjak hampir tujuh kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, tambahnya.

Transaksi digital juga didorong oleh produk-produk perbankan inovatif, termasuk salah satunya yang memungkinkan nasabah menyimpan tabungan dalam 16 mata uang asing dan bertransaksi di luar negeri tanpa biaya konversi mata uang menggunakan kartu debit BCA Mastercard.

Semakin banyak masyarakat Indonesia yang juga memanfaatkan layanan beli sekarang bayar nanti (buy now, pay later). Layanan paylater milik BCA, yang diluncurkan pada Oktober 2023, mencatat saldo outstanding sebesar USD 20 juta (Rp 339 miliar) pada akhir Januari—hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

Paylater BCA menggunakan QRIS sebagai media transaksi. Setelah memindai kode QRIS, nasabah dapat memilih sumber dana, baik dari rekening tabungan maupun Paylater.

“Sistem ini berfungsi layaknya kartu kredit, memungkinkan nasabah menyelesaikan pembelian terlebih dahulu dan membayar sesuai skema yang mereka pilih,” kata Ketut.

Per Desember 2024, myBCA mencatat 7,7 juta akun terdaftar, dengan 78% di antaranya berasal dari kalangan Milenial, ungkapnya.

Pada 2024, laba bersih BCA Digital—unit digital BCA—melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi USD 6,5 juta (Rp 108 miliar).

“Selain itu, jumlah pengguna bluAccount tumbuh pesat, melampaui 2,4 juta pada akhir 2024,” kata Yoga T. Susilo, kepala perencanaan korporat BCA Digital, dalam acara perbankan tersebut, merujuk pada akun virtual BCA Digital yang ditujukan bagi remaja.

Aturan bunker LNG Singapura perberat biaya dan tanggung jawab pemasok

Pemasok wajib memiliki atau menyewa kapal bunker LNG serta mengamankan kapasitas penyimpanan dan pengiriman.

Telko ubah AI jadi layanan berbasis pemakaian bagi bisnis

Operator gabungkan daya komputasi dengan konektivitas untuk menangkap permintaan enterprise.

Persaingan telko Singapura tetap ketat pasca batalnya kesepakatan Simba-M1

Pasar kecilnya membuat sektor mobile dan broadband tetap dalam kondisi jenuh.

Rumah bekas bersubsidi tarik minat pembeli apartemen swasta

Kebijakan ini mendongkrak turnover dengan mempercepat realisasi permintaan, bukan menaikkan volume dalam jangka panjang.

Perang Timur Tengah ungkap risiko arus kas bagi UKM Singapura

CEO UOI Andrew Lim mengatakan banyak bisnis masih kurang terproteksi di tengah biaya operasional yang terus naik.

Kerugian akibat fraud ungkap ketertinggalan sistem pembayaran asuransi Hong Kong

Cek fisik dan proses manual masih bertahan meski biaya fraud capai 5% dari pendapatan.

Asuransi Asia Pasifik lirik utang pasar berkembang demi kejar imbal hasil

Penerbitan investment-grade kini kuasai lebih dari separuh pasar.

Perusahaan asuransi perketat kontrol atas jalur pelayaran Hormuz

Jepang dan Korea Selatan hadapi eksposur lebih besar terhadap risiko energi Teluk.

Perusahaan tinjau ulang perlindungan kesehatan seiring biaya klaim yang terus naik

Perubahan rider MOH perketat cakupan dan naikkan eksposur co-payment mulai April 2026.