Dear Me Beauty berencana membuka flagship store | Asian Business Review
, Indonesia
935 views

Dear Me Beauty berencana membuka flagship store

Store ini dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan pasar yang lebih luas.

Dear Me Beauty, brand kosmetik asal Indonesia, berencana membuka flagship store setelah hampir delapan tahun menjual produknya secara online dan di beauty store seperti Watsons. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kehadiran brand ritel  tersebut sebagai persiapan ekspansi ke pasar internasional.

“Kami berupaya memperkuat serta melengkapi lini makeup dengan skincare, sekaligus mempertahankan fokus penelitian dan pengembangan (R&D), terutama di bidang kosmetik dekoratif,” kata Nikita Wiradiputri, CEO dan co-founder PT Garland Cantik Indonesia, owner brand Dear Me Beauty, kepada Retail Asia.

“Kami akan mengaktifkan pemasaran digital, meningkatkan strategi media sosial, serta membangun friendship customer dengan customer kami di luar pulau Jawa tahun ini,” tambahnya.

Nikita menyampaikan melalui Zoom bahwa ekspansi ini masih dalam tahap pembahasan, dan flagship store dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan pasar yang lebih luas.

Pasar beauty dan personal care di Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 4,3% per tahun hingga 2030, dari $9,7 miliar pada tahun ini, menurut portal data Jerman, Statista.

Dear Me Beauty, yang didirikan pada November 2017 dan telah mengantongi sertifikasi halal serta uji keamanan produk, kini beroperasi di sekitar 17 provinsi, termasuk Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Tahun lalu, kehadiran offlinenya meningkat hingga 50%.

Nikita mengaitkan pertumbuhan perusahaan dengan media digital, survei, riset dari third party, serta interaksi langsung dengan shopper secara offline.

“Feedback dari shopper, seperti preferensi warna dan personalisasi produk dengan nama individu, menjadi aspek penting dalam pengembangan produk,” katanya.

“Hal ini memastikan bahwa produk kami sesuai dengan kebutuhan konsumen dan membantu menjaga relevansi di tengah tren yang cepat berubah serta proses pengembangan produk kecantikan yang memakan waktu berbulan-bulan,” tambahnya.

Riset pasar juga memengaruhi strategi harga. Misalnya, Dear Me Beauty menurunkan harga Serum Lip Tint menjadi sekitar $3 untuk menjangkau segmen remaja.

“Awalnya, target pasar kami adalah usia 20-25 tahun, tetapi produk ini memungkinkan kami merambah konsumen berusia mulai dari 14 tahun,” kata Nikita. Saat itu, produk pertama Dear Me Beauty, lip cream, dijual hampir dua kali lipat lebih mahal.

Dear Me Beauty juga memanfaatkan kolaborasi lintas kategori untuk meningkatkan brand awareness. Kemitraan dengan brand seperti permen Yupi, bumbu Sasa, wafer Nissin, dan KFC menciptakan pengalaman berbelanja unik yang mendorong permintaan.

“Pada tahun pertama kolaborasi, brand value meningkat sepuluh kali lipat, dan penjualan melonjak delapan kali lipat antara 2017 dan 2019,” kata Nikita.

Ia menambahkan bahwa Dear Me Beauty akan terus menghadirkan produk dengan bahan premium, diperkaya dengan teknologi terbaru, namun tetap dengan harga yang terjangkau.

Peritel India beralih ke strategi hiperlokal seiring ekspansi berbasis kota mulai kehilangan relevansi

Peritel memanfaatkan data pasar mikro untuk menentukan lokasi pembukaan toko.

Siam Piwat terapkan standar ramah lingkungan bagi seluruh tenant mal di Bangkok

Permintaan pascapandemi mendorong pergeseran menuju konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru

Jaringan restoran ini membidik lokasi premium di luar klaster QSR tradisional.

Restoran ramah hewan peliharaan berpotensi dongkrak lalu lintas mal di pusat kota Hong Kong

Belanja akhir pekan diperkirakan lebih menguntungkan mal di pusat kota dibandingkan pusat perbelanjaan di pinggiran.

Uniqlo buka gerai interaktif koleksi pakaian untuk cuaca panas di Singapura

Pengunjung dapat merasakan langsung fungsi kain melalui instalasi interaktif.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Kepergian Deliveroo picu duopoli pengiriman makanan di Singapura

Konsolidasi pasar diperkirakan mendorong kenaikan biaya pengiriman dan komisi merchant seiring dominasi Grab dan Foodpanda.

Merek-Merek lepaskan 20 juta pembeli demi konsumen kelas atas Asia

Sekitar 20 juta konsumen berhenti membeli produk mewah tahun lalu.

AI merambah toko kelontong di Filipina

Penerapan yang lebih luas berpotensi menghasilkan nilai ekonomi hingga US$48 miliar pada 2030.

Hong Kong perkuat fokus pada pencegahan penyakit

Langkah ini memberikan hasil positif bagi sistem kesehatan kota tersebut.