China pimpin investasi fusi energi di Asia dengan dana capai US$5 miliar | Asian Business Review
, APAC
877 views
File photo

China pimpin investasi fusi energi di Asia dengan dana capai US$5 miliar

China Fusion Energy Corporation berperan sebagai pusat nasional senilai US$2,1 miliar untuk proyek-proyek "matahari buatan".

Fusi energi kian menarik perhatian di kawasan Asia. China muncul sebagai pendukung terbesar di kawasan ini, dengan nilai investasi setidaknya US$5 miliar.

Fusi energi — yang menghasilkan listrik dengan menggabungkan atom, mirip proses yang terjadi di matahari — kini memasuki "fase baru yang menentukan". Sebanyak 33 negara tengah berkolaborasi untuk membuktikan bahwa teknologi ini layak secara komersial, menurut laporan International Atomic Energy Agency (IAEA) pada Oktober 2025.

Jika berhasil, fusi berpotensi menjadi sumber listrik bersih dan andal berskala besar, seiring terus meningkatnya permintaan listrik global. Dalam skenario biaya rendah, fusi diproyeksikan mampu memasok hingga separuh kebutuhan listrik dunia pada 2100.

Bahkan dalam skenario biaya tetap tinggi, fusi diperkirakan tetap dapat menyumbang sekitar 10% dari total pembangkitan listrik global, berdasarkan proyeksi jangka panjang.

Seiring meningkatnya pendanaan dari pemerintah berbagai negara, para pakar semakin optimistis fusi dapat menjadi tulang punggung jangka panjang sistem energi rendah karbon.

Asian Power berbincang dengan sejumlah analis mengenai perkembangan upaya fusi di kawasan ini. Berikut kutipan wawancaranya.

Attaurrahman Ojindaram Saibasan
Senior Power Analyst, GlobalData Plc

Dibandingkan batu bara dan gas, keunggulan utama fusi adalah pasokan listrik yang stabil dan rendah karbon, tanpa polusi hasil pembakaran. Kelemahannya saat ini, teknologi ini belum terbukti secara komersial dan kemungkinan besar mahal pada tahap awal.

Dibandingkan fisi, fusi berupaya menyamai performa fisi yang stabil dan rendah karbon, namun dengan profil keamanan dan limbah yang berbeda — sementara fisi sudah tersedia dan digunakan sejak sekarang.

Dibandingkan tenaga surya dan angin, fusi berpotensi melengkapi energi terbarukan dengan menyediakan kapasitas stabil serta mengurangi ketergantungan pada penyimpanan dan cadangan energi. Energi terbarukan unggul dari sisi biaya dan kecepatan penerapan, sementara nilai fusi terletak pada keandalannya yang tinggi sebagai pembangkit rendah karbon yang selalu tersedia — jika biayanya dapat ditekan dan keberlanjutannya terjaga.

Pasar jangka panjang berpotensi sangat besar apabila fusi berhasil menjadi layak secara finansial (bankable). Pasalnya, Asia merupakan kawasan dengan pertumbuhan permintaan listrik terbesar di dunia, sekaligus kawasan di mana kapasitas rendah karbon yang stabil paling terkendala oleh keterbatasan lahan, kualitas udara, dan ketergantungan pada impor bahan bakar.

Sejumlah perkembangan yang terjadi antara lain: China mendirikan China Fusion Energy Corporation pada 2025 dengan modal US$2,1 miliar, sebagai pusat nasional untuk proyek "matahari buatan", termasuk Experimental Advanced Superconducting Tokamak.

Korea Selatan baru-baru ini menggandakan anggaran riset dan pengembangan (R&D) fusinya untuk 2026, serta mengalokasikan US$866 juta guna mempercepat linimasa komersialisasinya ke dekade 2030-an — dipercepat dari target awal 2050. Reaktor Korea Superconducting Tokamak Advanced Research milik Korea Selatan mencatatkan rekor dunia pada 2024 dalam mempertahankan plasma bersuhu tinggi.

India mengalokasikan US$2,4 miliar dalam anggaran nasional 2025 untuk mempercepat riset fusi, sejalan dengan pengembangan reaktor modular kecil (small modular reactors).

Jepang aktif bermitra dalam proyek internasional seperti International Thermonuclear Experimental Reactor, sembari terus mengembangkan kapabilitas domestiknya sendiri, seperti reaktor tokamak JT-60SA.

China berpotensi menjadi pasar sekaligus basis manufaktur terbesar dalam jangka panjang jika fusi berhasil dikomersialkan, mengingat skala ekonominya, dukungan pendanaan negara, serta kapasitas industrinya.

Jepang dan Korea Selatan unggul dalam material canggih, manufaktur presisi, serta rantai pasok magnet berkekuatan tinggi, dan berpotensi memimpin dalam produksi komponen serta sistem rekayasa.

India merupakan pasar besar dengan motivasi ketahanan energi, serta berpotensi memimpin proyek demonstrasi dan pengembangan rantai pasok domestik yang digerakkan negara.

Asia Tenggara kemungkinan menjadi penerap teknologi yang lebih belakangan, dengan prioritas pada biaya, keandalan, dan pembangunan jaringan listrik. Adopsi fusi di kawasan ini akan bergantung pada kelayakan ekonomi yang telah terbukti serta desain pembangkit yang dapat diekspor.

Pasar fusi saat ini masih berada pada tahap sangat awal. Meski rencana yang dicanangkan cukup ambisius, realisasinya kemungkinan besar baru terwujud dalam dekade mendatang.

Itxaso Ariza
Chief Technology Officer, Tokamak Energy Ltd.

Pembangkit listrik tenaga nuklir yang ada saat ini menggunakan fisi — yaitu proses memecah atom besar menjadi dua bagian, yang melepaskan energi. Namun fusi, proses penggabungan inti atom, menghasilkan energi 100 juta kali lebih besar dibandingkan fisi.

Kita belum menggunakan fusi sampai sekarang karena prosesnya membutuhkan kondisi tekanan, suhu, dan pengurungan (confinement) yang sangat spesifik, dan kita belum sepenuhnya berhasil mereplikasi kondisi tersebut secara konsisten di Bumi. Namun begitu berhasil, fusi akan menjadi sumber energi yang jauh lebih baik dibandingkan fisi nuklir, karena sifatnya yang lebih aman.

Karena kondisi yang dibutuhkan untuk fusi sangat spesifik, begitu salah satu kondisi hilang — misalnya suhu turun — reaksinya akan langsung berhenti. Berbeda dengan fisi, fusi tidak memicu reaksi berantai, sehingga tidak ada risiko reaksi yang tak terkendali atau bencana. Fusi juga menggunakan bahan bakar yang melimpah dan sangat aman. Kita memang belum berhasil menerapkannya di Bumi, tetapi begitu berhasil, bagi saya ini akan menjadi pencapaian puncak (holy grail) dalam produksi energi.

Investasi kini mulai mengalir, dan sudah ada beberapa contoh ketertarikan di Asia. China tengah mengejar berbagai teknologi fusi sekaligus, karena ada banyak pendekatan berbeda untuk mencapainya, dan mereka ingin menemukan mana yang paling efektif. Ini didorong oleh keyakinan bahwa fusi adalah masa depan energi.

Jepang juga berada di garis depan pengembangan fusi. Sejumlah proyek besar tengah berjalan, dan perdana menteri yang baru terpilih [Sanae Takaichi] sangat mendukung fusi. Ia meyakini fusi akan menjadi bagian dari solusi energi Jepang.

Jepang kini tengah menjajaki kolaborasi dengan Inggris dan Amerika Serikat, dan beberapa proyek baru akan segera diluncurkan. Selain itu, Korea Selatan juga memiliki ambisi besar di bidang fusi. Mereka baru-baru ini membahas kolaborasi dengan AS dan Inggris, dan kemungkinan besar sebuah pilot plant fusi berskala besar akan diluncurkan di Korea Selatan dalam beberapa bulan mendatang.

Singapura pun memiliki ambisi di bidang fusi, dan tengah menjajaki kemungkinan meluncurkan program serupa di masa depan.

Banyak dari proyek-proyek ini membutuhkan biaya besar. Saya percaya kolaborasi akan menjadi faktor penentu untuk mencapai keberhasilan lebih cepat.

Follow the link for more news on

China pimpin investasi fusi energi di Asia dengan dana capai US$5 miliar

China Fusion Energy Corporation berperan sebagai pusat nasional senilai US$2,1 miliar untuk proyek-proyek "matahari buatan".

Inverter grid-forming ambil alih kendali untuk stabilkan jaringan listrik Asia

Pertumbuhan konsumsi listrik kini melaju lebih cepat daripada kapasitas jaringan yang menyalurkannya.

Peritel India beralih ke strategi hiperlokal seiring ekspansi berbasis kota mulai kehilangan relevansi

Peritel memanfaatkan data pasar mikro untuk menentukan lokasi pembukaan toko.

Siam Piwat terapkan standar ramah lingkungan bagi seluruh tenant mal di Bangkok

Permintaan pascapandemi mendorong pergeseran menuju konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru

Jaringan restoran ini membidik lokasi premium di luar klaster QSR tradisional.

Restoran ramah hewan peliharaan berpotensi dongkrak lalu lintas mal di pusat kota Hong Kong

Belanja akhir pekan diperkirakan lebih menguntungkan mal di pusat kota dibandingkan pusat perbelanjaan di pinggiran.

Uniqlo buka gerai interaktif koleksi pakaian untuk cuaca panas di Singapura

Pengunjung dapat merasakan langsung fungsi kain melalui instalasi interaktif.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Kepergian Deliveroo picu duopoli pengiriman makanan di Singapura

Konsolidasi pasar diperkirakan mendorong kenaikan biaya pengiriman dan komisi merchant seiring dominasi Grab dan Foodpanda.

Merek-Merek lepaskan 20 juta pembeli demi konsumen kelas atas Asia

Sekitar 20 juta konsumen berhenti membeli produk mewah tahun lalu.