Bagaimana kurasi AI/ML membantu Blibli untuk selalu menyediakan produk original | Asian Business Review
, Indonesia
985 views
Executive Vice President of Consumer Electronics Category Blibli, Wisnu Iskandar

Bagaimana kurasi AI/ML membantu Blibli untuk selalu menyediakan produk original

Teknologi AI Blibli mampu mendeteksi indikasi barang palsu 10 kali lebih cepat.

Hingga September 2022, hanya ada 13 unicorn di Indonesia. Salah satunya, platform omnichannel commerce bernama Blibli, yang berbagi dengan Retail Asia strateginya untuk mencapai nilai kapitalisasi US$1 miliar. Salah satu strategi master plan, menurut dua eksekutif Blibli, adalah dengan setiap hari mendeteksi barang palsu.

Sejak 2011, Blibli adalah e-commerce omnichannel dengan model bisnis lengkap yang meliputi B2C, B2B, B2B2C, dan B2G, di Blibli, mereka menjaganya dengan memastikan tersedianya barang berkualitas dari penjual yang telah dikuratori dengan ketat dan diikat oleh Intelektual Perjanjian perlindungan Hak Milik (HAKI). Oleh karena itu Blibli telah menyediakan produk-produk hasil kurasi melalui artificial intelligence/machine learning (AI/ML).

“Kami selalu menghadirkan produk digital original kepada pembeli melalui produk-produk pilihan dan penjual terpercaya,” kata Executive Vice President Consumer Electronics Category Blibli, Wisnu Iskandar kepada Retail Asia.

Pada awal  2022, Blibli menangguhkan stok barang palsu atau (SKU) lebih dari 200 ribu dari berbagai kategori dengan kurasi AI/ML ini. Kategori tersebut meliputi busana pria 61%, komputer dan laptop 12%, gadget 7% dan barang olahraga dan aktivitas luar ruangan sebanyak 2%.

Lebih lanjut tentang kurasi AI/ML Blibli

SVP of Commercial Analytics of Blibli, Restu Kresnadi

SVP Commercial Analytics Blibli, Restu Kresnadi menjelaskan kurasi AI/ML pada produk diperlukan untuk mengelola jutaan produk dari kolaborator Blibli seperti pemilik bisnis, distributor resmi, dan pelaku UMKM. Saat ini, Blibli menghadirkan 20 kategori produk mulai dari makanan, elektronik, utilitas, rumah dan tempat tinggal, gaya hidup dan perjalanan.

“Kami percaya menjaga dan memastikan kualitas barang untuk mencegah peredaran barang palsu adalah tanggung jawab perusahaan. Untuk itu, Blibli menerapkan proses kurasi AI/ML buatan Blibli yang mampu mendeteksi barang palsu secara otomatis setiap hari,” kata Restu.

Teknologi AI Blibli memiliki kemampuan untuk menangkap dan mendeteksi indikasi barang palsu 10 kali lebih cepat dan dapat digunakan untuk menangkal penyalahgunaan promosi.

Restu menambahkan selain pemeriksaan dengan menggunakan mesin, proses kurasi produk juga didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten untuk melakukan pengecekan manual. Pembeli juga dapat langsung melaporkan produk yang dianggap palsu melalui saluran email khusus Blibli.

Sedangkan bagi penjual, Blibli memberikan edukasi untuk memahami Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) agar tidak terjadi pelanggaran. Blibli memastikan penjual tidak menggunakan gambar orang lain tanpa izin, tidak memproduksi atau memasarkan produk palsu, tidak menggunakan merek, nama, logo orang lain tanpa hak hukum, dan harus mencantumkan info merek yang sesuai dengan produk.

Penjual yang melanggar ketentuan Blibli tentang HAKI, dapat menerima konsekuensi, termasuk poin penalti yang dapat mempengaruhi reputasi penjual, penghapusan dan penangguhan produk, hingga penutupan akun.

Selain itu, AI Blibli mampu memberikan layanan maksimal kepada pembeli melalui chatbox yang dapat menjelaskan pertanyaan yang diajukan selama 24 jam, khususnya pertanyaan yang bersifat mengenai panduan, serta rekomendasi produk yang lebih personal, untuk memberikan layanan yang lebih customer-centric.

Strategi omnichannel

“Target Blibli pada 2022 adalah mempertahankan posisinya sebagai commerce yang mengedepankan strategi omnichannel dan platform gaya hidup, melihat integrasi antara online dan offline yang kini terjadi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,” kata Wisnu.

Strategi omnichannel ini diterapkan oleh Blibli dengan meluncurkan Blibli Instore pada 2016 di mana pembeli dapat melihat produk secara langsung dengan mengunjungi kios-kios yang bermitra dengan Blibli. Di sana, pembeli bisa melakukan negosiasi harga dengan penjual, kemudian bertransaksi secara online melalui tablet yang disediakan di Blibli Instore, membayar dengan berbagai fasilitas seperti cicilan 0 % selama 24 bulan, kartu kredit, debit online,  PayLater, dan produk dapat langsung dibawa pulang oleh pembeli.

Kemudian di 2019, Blibli meluncurkan fitur Click & Collectdi mana pembeli dapat berbelanja online melalui aplikasi atau web Blibli tanpa harus menunggu kurir mengantarkan pesanan. Hal ini memungkinkan pembeli untuk mengambil produk di toko terkait secara langsung.

Di tahun yang sama, Blibli juga meluncurkan Blibli Mitraaplikasi khusus yang menghubungkan pemilik usaha mikro yang biasanya menjual produk offline ke ekosistem online Blibli. Melalui Blibli Mitra, para pemilik usaha kecil, warung kelontong, dapat memberikan layanan isi ulang dan bayar tagihan seperti pulsa, paket data, token listrik, bayar BPJS Kesehatan, PDAM hingga pembelian tiket kereta api bagi pembeli. Selain itu, aplikasi ini membuka akses ke produk grosir, sehingga memudahkan pemilik toko untuk mengisi kembali barang dagangan.

Kini, terdapat lebih dari 9.500 merchant Blibli Instore, 12.000 titik pick up Click & Collect, dan 100.000 mitra Blibli Mitra. Dengan strategi tersebut, berdasarkan data iPrice, Blibli mencatatkan rata-rata pengunjung bulanan tertinggi kelima di Indonesia pada kuartal IV/2021 dengan 17,51 juta pengunjung.

Perempuan kaya di Asia-Pasifik dorong perombakan perencanaan warisan

Pertumbuhan yang stabil dan keterlibatan sejak dini mengubah pendekatan advisory, dari sekadar transfer transaksional menjadi proses yang lebih menyeluruh.

Sun Life Filipina genjot tenaga penjualan dan bancassurance di bawah CEO baru

Perusahaan ini terus mendorong penetrasi asuransi di negara yang menganggap kematian dan uang sebagai topik tabu.

Wong Sze Keed bangun budaya yang mengutamakan manusia di AIA

"Kepemimpinan harus berpijak pada kejelasan, keberanian, dan kemanusiaan.

HDI Global incar pertumbuhan asuransi komersial dan siber di Jepang

Siber merupakan salah satu risiko yang paling cepat berkembang, dan Jepang masih memiliki ruang untuk tumbuh di pasar asuransi siber ini.

Shweta Swaroop dari Howden dorong transparansi data gaji di industri asuransi

Keterbukaan data yang jelas mendorong akuntabilitas dan perubahan nyata untuk menutup kesenjangan gender.

Tata kelola yang lebih baik dorong kepemimpinan perempuan, kata Leah Ng dari Manulife

Kesetaraan tidak bisa hanya mengandalkan niat baik, harus dibangun dalam sistem.

Nina Ong dorong pembaruan AI dan talenta di Great Eastern Life

Bos besar ini kaitkan keunggulannya dengan keberagaman dimana lebih dari sepertiga posisi senior diisi perempuan.

Perusahaan asuransi Hong Kong catat kinerja melemah pada 2024 seiring penurunan premi

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Otoritas Asuransi (Insurance Authority) untuk tahun fiskal 2024.

Perusahaan asuransi Asia-Pasifik hadapi beban teknologi usang senilai $200 miliar

Teknologi usang dan proses kerja yang telah mengakar terus menghambat operasional.

Investasi energi terbarukan Asia-Pasifik melaju lebih cepat dari efisiensi pengadaan

Pengembang soroti hambatan jaringan, kontrak, dan dokumentasi.