Perempuan kaya di Asia-Pasifik dorong perombakan perencanaan warisan | Asian Business Review
, APAC
4458 views
Left to right: Ada Kung, chief investment strategist at Sun Life Asset Management (Hong Kong); Louise Thean, chief proposition officer at Grandtag Financial Consultancy (Singapore) Pte. Ltd.; Alison Law, global chief distribution and customer officer for insurance at HSBC Insurance (Asia-Pacific) Holdings Ltd.

Perempuan kaya di Asia-Pasifik dorong perombakan perencanaan warisan

Pertumbuhan yang stabil dan keterlibatan sejak dini mengubah pendekatan advisory, dari sekadar transfer transaksional menjadi proses yang lebih menyeluruh.

Perusahaan asuransi dan penasihat keuangan di kawasan Asia-Pasifik perlu memikirkan ulang pendekatan perencanaan warisan, seiring perempuan kaya semakin memegang kendali atas aset dan mendefinisikan ulang perencanaan suksesi berdasarkan pertumbuhan yang stabil dan tata kelola jangka panjang, menurut para analis.

"Perempuan kini menguasai sepertiga kekayaan dunia, dengan 40% terkonsentrasi di Asia, dan pengaruh mereka terhadap bagaimana kekayaan itu dikelola terus meningkat secara stabil," kata Louise Thean, Chief Proposition Officer di Grandtag Financial Consultancy (Singapore) Pte. Ltd., kepada Insurance Asia.

Thean mengatakan perempuan semakin terlibat, bahkan seringkali menjadi penggerak utama, dalam keputusan terkait kepemilikan, suksesi, dan tujuan jangka panjang, sehingga menggeser perencanaan warisan dari sekadar transfer sekali jalan menjadi proses pengelolaan yang berkelanjutan (stewardship).

Alison Law, Global Chief Distribution and Customer Officer for Insurance di HSBC Insurance (Asia-Pacific) Holdings Ltd., mengatakan pergeseran ini turut membentuk pilihan investasi.

"Tujuan perencanaan warisan mereka menunjukkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan yang stabil dan nilai maksimal, sementara pelestarian modal (capital preservation) tetap menjadi prioritas yang setara," kata Law dalam jawaban tertulis melalui email.

Ada Kung, Chief Investment Strategist di Sun Life Asset Management (HK) Limited, mengatakan prioritas-prioritas ini mencerminkan cara perempuan mengambil keputusan finansial secara lebih luas.

"Keputusan terkait kesehatan, pendidikan, dukungan keluarga, dan keamanan masa depan seringkali dipertimbangkan secara kolektif, bukan secara terpisah," kata Kung, seraya menambahkan hal ini mendorong preferensi terhadap perencanaan keuangan yang dibangun atas dasar ketangguhan dan konsistensi, bukan keuntungan jangka pendek.

Data dari HSBC Insurance menunjukkan 54% perempuan mengutamakan pertumbuhan yang stabil, dibandingkan 49% laki-laki, sementara 49% berfokus pada memaksimalkan nilai, dibandingkan 45% untuk laki-laki. Sekitar 44% perempuan Asia menyebut kondisi makroekonomi sebagai pemicu utama untuk mulai melakukan perencanaan warisan.

Perubahan ini mengungkap adanya kesenjangan dalam model advisory yang masih berpusat pada produk, alih-alih pada kebutuhan sesungguhnya klien.

Thean mengatakan kerangka kerja tradisional seringkali luput menangkap isu-isu yang diangkat perempuan terkait tata kelola, keselarasan keluarga, dan tujuan jangka panjang.

"Banyak wealth manager masih mengedepankan produk dan kinerja, padahal pertanyaan yang diajukan perempuan jauh lebih dalam dari itu," kata Law dalam email terpisah.

Kung mengatakan kesenjangan ini bersifat struktural, bukan perilaku.

"Kesenjangan antara kepemimpinan finansial dan nasihat profesional karenanya bukan disebabkan oleh kurangnya kepercayaan diri atau kapabilitas, melainkan oleh apakah model advisory yang ada selaras dengan cara perempuan mengelola uang dalam praktiknya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kepercayaan dan aksesibilitas tetap menjadi hambatan, dengan mencatat bahwa "sekitar dua pertiga perempuan memandang industri ini masih didominasi laki-laki," yang terus memengaruhi keterlibatan mereka dengan penasihat keuangan, merujuk pada survei Women's Wealth terbaru dari Sun Life.

Keputusan perencanaan juga memengaruhi di mana perempuan memilih untuk menyusun struktur kekayaan mereka. Data HSBC menunjukkan 92% perempuan menggunakan atau mempertimbangkan pusat keuangan luar negeri (offshore financial centres), dengan Singapura, Amerika Serikat, dan Hong Kong sebagai lokasi yang paling diminati.

Law mengatakan preferensi ini mencerminkan fokus pada efisiensi dan optimalisasi pajak. Asuransi pun semakin menonjol dalam konteks ini.

Law mencatat bahwa asuransi dapat mendukung pelestarian modal dan pertumbuhan yang stabil, sekaligus menawarkan fleksibilitas untuk perencanaan pajak dan diversifikasi.

Perempuan menaruh perhatian sedikit lebih besar dibanding laki-laki terhadap produk unggulan dan efisiensi pajak, yang menunjukkan tingkat kecanggihan investasi yang semakin meningkat, menurut HSBC.

Solusi terstruktur, termasuk polis indexed universal life, kini semakin diintegrasikan ke dalam kerangka tata kelola yang lebih luas, kata Thean. Struktur-struktur ini menggabungkan pertumbuhan yang terkait pasar dengan perlindungan terhadap risiko penurunan, sehingga cocok untuk perencanaan antargenerasi.

Waktu keterlibatan pun bergeser. Seluruh perempuan berusia 30 hingga 39 tahun kini sudah terlibat dalam perencanaan warisan, dibandingkan 86% laki-laki pada kelompok usia yang sama, berdasarkan data HSBC. Law mengatakan hal ini menuntut keterlibatan yang lebih dini dan berbasis edukasi, alih-alih nasihat yang baru terkonsentrasi seputar peristiwa likuiditas (liquidity events).

Kung mengatakan keterlibatan yang lebih dini sangat penting, bukan hanya untuk akumulasi kekayaan, tetapi juga untuk ketahanan sistemik.

"Ketika sebagian besar tenaga kerja memasuki masa pensiun dengan tabungan pribadi yang tidak memadai, dampaknya akan meluas jauh melampaui rumah tangga individu," tambah Kung, seraya menyebut meningkatnya tekanan terhadap sistem pensiun dan infrastruktur kesehatan di kawasan ini.

Bagi perusahaan asuransi dan penasihat keuangan, beradaptasi berarti membangun hubungan lintas tahapan kehidupan klien serta menyelaraskan nasihat dengan cara perempuan mendefinisikan kendali, keberlanjutan, dan tujuan dalam mengelola kekayaan.

Follow the link s for more news on

Perempuan kaya di Asia-Pasifik dorong perombakan perencanaan warisan

Pertumbuhan yang stabil dan keterlibatan sejak dini mengubah pendekatan advisory, dari sekadar transfer transaksional menjadi proses yang lebih menyeluruh.

Sun Life Filipina genjot tenaga penjualan dan bancassurance di bawah CEO baru

Perusahaan ini terus mendorong penetrasi asuransi di negara yang menganggap kematian dan uang sebagai topik tabu.

Wong Sze Keed bangun budaya yang mengutamakan manusia di AIA

"Kepemimpinan harus berpijak pada kejelasan, keberanian, dan kemanusiaan.

HDI Global incar pertumbuhan asuransi komersial dan siber di Jepang

Siber merupakan salah satu risiko yang paling cepat berkembang, dan Jepang masih memiliki ruang untuk tumbuh di pasar asuransi siber ini.

Shweta Swaroop dari Howden dorong transparansi data gaji di industri asuransi

Keterbukaan data yang jelas mendorong akuntabilitas dan perubahan nyata untuk menutup kesenjangan gender.

Tata kelola yang lebih baik dorong kepemimpinan perempuan, kata Leah Ng dari Manulife

Kesetaraan tidak bisa hanya mengandalkan niat baik, harus dibangun dalam sistem.

Nina Ong dorong pembaruan AI dan talenta di Great Eastern Life

Bos besar ini kaitkan keunggulannya dengan keberagaman dimana lebih dari sepertiga posisi senior diisi perempuan.

Perusahaan asuransi Hong Kong catat kinerja melemah pada 2024 seiring penurunan premi

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Otoritas Asuransi (Insurance Authority) untuk tahun fiskal 2024.

Perusahaan asuransi Asia-Pasifik hadapi beban teknologi usang senilai $200 miliar

Teknologi usang dan proses kerja yang telah mengakar terus menghambat operasional.

Investasi energi terbarukan Asia-Pasifik melaju lebih cepat dari efisiensi pengadaan

Pengembang soroti hambatan jaringan, kontrak, dan dokumentasi.