Perjalanan ke Shenzhen dorong pembelian produk perawatan rumah tangga oleh warga Hong Kong | Asian Business Review
, Hong Kong
13027 views
Photo by Ben Cheung via Pexels

Perjalanan ke Shenzhen dorong pembelian produk perawatan rumah tangga oleh warga Hong Kong

Tiga dari empat warga Hong Kong mengunjungi provinsi Tiongkok ini pada bulan April.

Lebih banyak warga Hong Kong kini berkunjung ke Shenzhen untuk membeli produk perawatan rumah tangga, yang mengubah cara merek merencanakan distribusi dan desain produk.

Menurut Retail Pulse 2025 dari Nielsen Consumer LLC (NielsenIQ), tiga dari empat warga Hong Kong berkunjung ke provinsi Tiongkok tersebut pada April, dengan sembilan dari 10 berbelanja di supermarket. Produk laundry menempati posisi teratas sebagai pembelian utama, sementara pembersih rumah tangga berada di posisi keempat. Selama setahun terakhir, 35% konsumen Hong Kong juga membeli produk pembersih dengan merek private-label.

“Perawatan rumah tangga tetap menjadi kategori penting di Hong Kong, dengan permintaan konsumen yang kuat,” kata Mandy Tam, Managing Director NielsenIQ di Hong Kong, dalam balasan email.

Ia mencatat bahwa penjualan ritel domestik turun 5,6% secara tahunan, namun belanja lintas batas dan online justru memperluas kategori ini. Household care kini menjadi kategori FMCG online terbesar di kota ini berdasarkan total pengeluaran, jumlah pembeli, dan frekuensi belanja, menurut NielsenIQ.

Gaya hidup urban juga memengaruhi permintaan terhadap format yang lebih compact dan multifungsi. Ahmad Khan, Senior Consumer Analyst di GlobalData Plc, mengatakan 78% konsumen global menilai fitur hemat waktu dalam pembersih sebagai esensial atau diinginkan, sementara 47% mempertimbangkan aspek keberlanjutan.

“Perusahaan harus terus berinovasi agar tetap relevan sambil memastikan produk mereka tetap praktis dan efektif,” kata Khan dalam balasan email.

Kao Attack Hong Kong, merek detergen, termasuk salah satu perusahaan yang bereksperimen dengan desain baru. Mereka memperkenalkan laundry sticks untuk menyederhanakan rutinitas mencuci sambil tetap mempertahankan daya bersih.


“Ini tentang menyelesaikan masalah nyata: menghemat waktu, meningkatkan kebersihan, dan menyatu secara mulus dengan gaya hidup modern,” kata Miyashita Kazuya, Presiden Kao Attack, kepada Retail Asia melalui Zoom.

Kao Attack, yang telah menjual detergen di pasar lokal selama 35 tahun, mengatakan strateginya didorong oleh tekanan waktu, ekspektasi kebersihan yang meningkat pasca pandemi COVID, serta kebutuhan rumah tangga kecil.

Pengembangan produk dipandu oleh survei konsumen, data penjualan, dan pemantauan media sosial. Kao Attack telah meluncurkan detergen anti-odor dan anti-tungau, serta memanfaatkan video tutorial dan feedback loop untuk beradaptasi dengan cepat.

Tantangan tetap ada. Produk yang disederhanakan bisa menimbulkan keraguan soal efektivitas, sementara meramu pembersih ramah lingkungan tanpa mengurangi kinerja menambah kompleksitas.

Ahmad Khan memprediksi permintaan akan meningkat untuk detergen biodegradable dan berbasis tanaman, rekomendasi personalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta produk multifungsi yang menggabungkan penghilangan noda, pengendalian bau, dan pelembut kain.

Peralatan pintar dan dispenser otomatis yang menyesuaikan siklus pencucian juga dapat mengubah kebiasaan konsumen lebih lanjut, katanya.

“Seiring ekspektasi konsumen berkembang, keberhasilan dalam dua hingga tiga tahun ke depan akan bergantung pada seberapa baik merek memastikan produk mereka mudah diakses, terjangkau, dan dipercaya—di mana pun konsumen memilih untuk membeli,” kata Mandy Tam.
 

Rumah bekas bersubsidi tarik minat pembeli apartemen swasta

Kebijakan ini mendongkrak turnover dengan mempercepat realisasi permintaan, bukan menaikkan volume dalam jangka panjang.

Perang Timur Tengah ungkap risiko arus kas bagi UKM Singapura

CEO UOI Andrew Lim mengatakan banyak bisnis masih kurang terproteksi di tengah biaya operasional yang terus naik.

Kerugian akibat fraud ungkap ketertinggalan sistem pembayaran asuransi Hong Kong

Cek fisik dan proses manual masih bertahan meski biaya fraud capai 5% dari pendapatan.

Asuransi Asia Pasifik lirik utang pasar berkembang demi kejar imbal hasil

Penerbitan investment-grade kini kuasai lebih dari separuh pasar.

Perusahaan asuransi perketat kontrol atas jalur pelayaran Hormuz

Jepang dan Korea Selatan hadapi eksposur lebih besar terhadap risiko energi Teluk.

Perusahaan tinjau ulang perlindungan kesehatan seiring biaya klaim yang terus naik

Perubahan rider MOH perketat cakupan dan naikkan eksposur co-payment mulai April 2026.

Perang Iran tingkatkan risiko jangka panjang bagi keuntungan asuransi konstruksi Asia

Gangguan rantai pasok dan volatilitas energi berpotensi kerek premi lebih tinggi pada 2027.

Asuransi Asia Tenggara berisiko tergerus laba akibat sistem data yang lemah

CEO Igloo sebut infrastruktur usang batasi manfaat AI meski belanja teknologi terus naik.

Keluhan terhadap perusahaan asuransi Hong Kong naik empat tahun berturut-turut

Otoritas asuransi soroti celah dalam insentif, keterbukaan informasi, dan pengawasan.

Kerugian akibat perubahan iklim yang terus meningkat uji ketahanan jaring pengaman asuransi China

Perusahaan asuransi yang untung besar pun punya batas dalam mengalihkan risiko bencana, meski skala pasarnya besar.