Nigel Lee dari Ingenico bercerita mengapa PPaaS, terminal Android adalah masa depan pembayaran | Asian Business Review
, APAC
165 views
Nigel Lee, Senior VP, Ingenico (photo from Ingenico website)

Nigel Lee dari Ingenico bercerita mengapa PPaaS, terminal Android adalah masa depan pembayaran

Dengan cara baru untuk membayar dengan cepat, platform hardware dan software online mungkin lebih baik dalam jangka panjang, kata Lee.

Empat dekade lalu, Ingenico adalah salah satu perintis industri point-of-sale. Saat ini, penyedia terminal pembayaran itu terus mencari cara untuk memajukan industri pembayaran sekaligus menyederhanakan proses pembayaran baru untuk merchant dan pembeli.

“Yang berubah sekarang ada banyak cara untuk membayar, terutama di Asia,” Nigel Lee, senior vice president untuk Ingenico Asia Pasifik, mengatakan kepada Asian Banking and Finance ketika ditanya tentang bagaimana dunia pembayaran telah berubah sejak perusahaan didirikan pada 1980.

Di masa lalu, pembayaran jauh lebih mudah dan sederhana: ketika nasabah masuk ke toko, kemungkinan ada terminal pembayaran tunggal untuk transaksi tanpa uang tunai, catat Lee. Yang harus mereka lakukan hanyalah mengetuk atau menggesek kartu mereka, lalu pergi. Tapi itu telah berubah dengan munculnya pembayaran alternatif: sekarang nasabah, dan terutama merchant, mulai khawatir tentang cara pembayaran yang berbeda-beda.

“Biasanya ada  sekitar enam cara berbeda untuk membayar,” kata Lee dalam obrolan selama Singapore Fintech Festival 2022. “Dan kerumitan itu, terutama bagi merchant, sangat sulit untuk dikelola.”

Ingenico hadir di SFF dengan dua hal: terminal berbasis Android, dan terutama platform pembayarannya sebagai layanan atau PPaaS.

Perjalanan checkout hari ini, terutama dalam e-commerce, melibatkan pilihan antara serangkaian opsi pembayaran yang memusingkan dan mekanisme lain seperti menambahkan asuransi produk dan membayar dengan mencicil. Namun, ini mungkin memerlukan proses yang menyulitkan bagi merchanti, terutama bagi pemilik usaha kecil, karena mengharuskan mereka untuk menginstal semua hardware dan sofware yang diperlukan.

Di sinilah peran platform pembayaran sebagai layanan atau PPaaS masuk. Ingenico akan menghosting software dan hardware melalui internet, memungkinkan merchant online untuk menawarkan platform pembayaran dan penjualan satu atap kepada nasabah mereka.

“Di sisi merchant acquirer, mereka memiliki masalah karena harus berurusan dengan banyak jenis terminal yang berbeda, dan berurusan dengan banyak kategori merchant yang berbeda dan semua kerumitan itu. Yang kami yakini adalah solusi PPOS akan dapat membantu mengatasi masalah tersebut,” kata Lee.

ALSO READ: Real-time cross border payments edges closer to reality with ISO 20022

“Ini tentang mencoba membuat seluruh ekosistem tersedia untuk setiap merchant dan karena itu, memungkinkan jenis proses yang mereka gunakan secara online menjadi bisa sangat tersedia secara offline,” katanya menambahkan.

Pergeseran Paradigma

Jika PPaaS adalah sistem pembayaran masa depan, maka ponsel Android adalah pusat  terminal, setidaknya menurut Ingenico.

“Biasanya, merchant mendapatkan alat pembayarannya dari bank, atau acquirer. Dan bank menginginkan hal-hal tertentu: mereka ingin pembayaran datang kepada mereka. Dan mereka mungkin ingin dapat memegang rekening merchant, ”kata Lee, menjelaskan pengaturan pembayaran saat ini.

Jika berpikir tentang rantai nilai pembayaran, ada dua orang di dalamnya. Salah satunya adalah merchant; dan merchant-acquirer atau bank. Jadi merchant harus menghadapi kerumitan ini, kata Lee. “Dan menurut kami set terminal Android akan sangat membantu merchant menyederhanakan apa yang mereka lakukan,” katanya menambahkan..

Secara khusus, norma pembayaran saat ini menempatkan merchant kecil pada belas kasihan bank, pemberi pinjaman menyediakan hardware, dan mendapatkan bagian dari pendapatan merchant melalui biaya pemrosesan, antara lain, yang kemudian disimpan dalam rekening yang dimiliki oleh bank. Di sisi lain, merchant belum tentu mendapatkan dukungan finansial. Memperoleh pinjaman dari petahana, atau bank tradisional seringkali sulit bagi pemain kecil mengingat profil risikonya.

“Ini yang terjadi dan apa yang kami lakukan adalah mengubah paradigma itu. Kami telah melihat apa yang dibutuhkan merchant.  Pertama-tama, yang mereka butuhkan bukan tombol di layar kecil. Tetapi mereka benar-benar membutuhkan faktor bentuk atau perangkat yang memungkinkan membuat hidup mereka sederhana, di titik commerce, baik untuk mereka maupun konsumen, dan juga staf,” kata Lee.

Follow the link for more news on

EDC tingkatkan fasilitas panas bumi Leyte

Hal ini untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan perpanjangan usia operasional pembangkit.

Radjak luncurkan unit cepat jantung dan stroke untuk tanggap darurat perkotaan

Model ini berpotensi diperluas ke jaringan rumah sakit urban seiring meningkatnya kebutuhan.

Mayapada fokus kurangi kesalahan awal proses laboratorium

Mereka menargetkan hasil pemeriksaan yang lebih konsisten di seluruh jaringan rumah sakit.

A1 Health hentikan penggunaan anestesi desflurane di Indonesia

Langkah ini menurunkan emisi karbon di ruang operasi hingga 25%.

WA Health perluas sistem pesan digital untuk memperkuat respons darurat

Platform ini menggantikan pager, panggilan telepon, dan SMS untuk memangkas keterlambatan koordinasi.

AHCC perkuat layanan kanker lewat program Patient Advisor

Pendamping pasien membangun kepercayaan, menjelaskan prosedur, hingga memastikan tindak lanjut terapi.

DFI Retail perbarui toko Guardian dan IKEA untuk pengalaman belanja lebih cerdas

Bisnis tidak lagi sekadar transaksi, tetapi semakin bersifat advisori.

Mal di Indonesia prioritaskan pembaruan dibanding ekspansi

Perubahan ini mencerminkan fokus Thailand pada leisure dan Jepang pada efisiensi.

Oh!Some mengandalkan retail berbasis pengalaman untuk menarik konsumen

Layout toko interaktif, kolaborasi, dan event langsung bertujuan mendorong kunjungan ulang.

Departemen store di Singapura mengecil, tambahkan konsep kuliner dan wellness

Media sosial dan e-commerce menaikkan ekspektasi konsumen.