IFG Life dorong kepemilikan asuransi lebih dini untuk meningkatkan penetrasi | Asian Business Review
, Indonesia
10344 views
Fabiola Noralita, director of individual business at IFG Life

IFG Life dorong kepemilikan asuransi lebih dini untuk meningkatkan penetrasi

Banyak masyarakat Indonesia masih belum menjadikan asuransi sebagai prioritas.

IFG Life meluncurkan strategi untuk mendorong masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, membeli asuransi lebih awal, di tengah rendahnya tingkat penetrasi asuransi meskipun kesadaran masyarakat terus meningkat.

Strategi tersebut mencakup penyederhanaan proses klaim, penekanan pada keterjangkauan premi sejak dini, serta peningkatan literasi keuangan guna menjembatani kesenjangan antara minat dan tindakan nyata.

Berdasarkan laporan IFG Progress, penetrasi asuransi di Indonesia baru mencapai 1,4% pada Februari. Meski tingkat awareness meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, tantangan utama tetap pada bagaimana mengubah kesadaran menjadi keputusan pembelian.

“Banyak masyarakat Indonesia sudah mengenal asuransi, tetapi belum melihatnya sebagai prioritas saat ini,” kata Fabiola Noralita, Director of Individual Business IFG Life, kepada Insurance Asia. “Fokus kami adalah mengubah ketertarikan menjadi tindakan secepat mungkin.”

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa 53% responden yang belum memiliki asuransi sebenarnya tertarik untuk membeli polis. Namun, sekitar 40% di antaranya baru berencana membeli dalam waktu lima tahun atau lebih. IFG Life menilai penundaan ini mencerminkan rendahnya sense of urgency, yang diperparah oleh keterbatasan literasi keuangan.

Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik pada 2025 mencatat tingkat literasi asuransi di Indonesia sebesar 45%, masih di bawah rata-rata global yang berada di kisaran 60%–70%.

Untuk mengatasi hal tersebut, IFG Life memasukkan program literasi keuangan ke dalam agenda tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Program edukasi mencakup perencanaan keuangan, pengenalan produk, manajemen risiko, hingga perpajakan. Kelompok sasaran tahun ini meliputi pelajar, ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, serta pengemudi ride-hailing penyandang disabilitas pendengaran.

Kegiatan ini dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Mandiri Inhealth, perusahaan BUMN seperti Jasa Raharja dan Jamkrindo, serta sejumlah universitas dan lembaga perencanaan keuangan.

IFG Life juga memantau tingkat partisipasi, keterlibatan peserta, serta peningkatan pemahaman melalui evaluasi sebelum dan sesudah sesi, sekaligus memenuhi standar pelaporan regulator.

“Literasi yang rendah membuat masyarakat memandang asuransi sebagai beban finansial, bukan alat perlindungan,” kata Fabiola. Ia menyebut kurangnya urgensi, rendahnya tingkat kepercayaan, serta persepsi premi yang mahal sebagai hambatan utama adopsi asuransi.

Perusahaan juga menyederhanakan proses klaim dengan memungkinkan pemegang polis mengunggah dokumen dan memantau progres klaim secara online tanpa biaya tambahan. “Transparansi ini membantu membangun kepercayaan,” ujarnya.

Menurut Fabiola, kepemilikan asuransi sejak dini membantu menjaga premi tetap terjangkau sekaligus memberikan cakupan perlindungan yang lebih luas. “Asuransi bukan beban finansial, tetapi perlindungan di tengah ketidakpastian.”

Strategi ini sejalan dengan upaya regulator keuangan dalam meningkatkan literasi serta mendorong inovasi untuk memperluas partisipasi pasar. IFG Life menilai masih besarnya protection gap di Indonesia bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang pertumbuhan jangka panjang.

“Asuransi bukan sekadar kontrak keuangan, melainkan tanggung jawab untuk melindungi keluarga,” kata Fabiola. “Misi kami adalah membantu masyarakat Indonesia bertindak hari ini, bukan nanti.”

DFI Retail perbarui toko Guardian dan IKEA untuk pengalaman belanja lebih cerdas

Bisnis tidak lagi sekadar transaksi, tetapi semakin bersifat advisori.

Mal di Indonesia prioritaskan pembaruan dibanding ekspansi

Perubahan ini mencerminkan fokus Thailand pada leisure dan Jepang pada efisiensi.

Oh!Some mengandalkan retail berbasis pengalaman untuk menarik konsumen

Layout toko interaktif, kolaborasi, dan event langsung bertujuan mendorong kunjungan ulang.

Departemen store di Singapura mengecil, tambahkan konsep kuliner dan wellness

Media sosial dan e-commerce menaikkan ekspektasi konsumen.

Perjalanan ke Shenzhen dorong pembelian produk perawatan rumah tangga oleh warga Hong Kong

Tiga dari empat warga Hong Kong mengunjungi provinsi Tiongkok ini pada bulan April.

Matahari buka toko ZES pertama di Jakarta

Merek ini ingin menciptakan ekosistem gaya hidup yang lebih luas.

Mega Prime bidik jangkauan penuh 1,6 juta toko kelontong

Perusahaan juga mendorong penjualan online lewat Lazada, Shopee, dan TikTok Shop.

Peritel Indonesia manfaatkan digital signage untuk tingkatkan lalu lintas pengunjung

Lippo, Erajaya, dan Kopi Kenangan memakainya untuk promosi.

MAP Indonesia bidik kelas menengah dengan fokus rumah dan kesehatan

Peritel menargetkan 70–80 juta orang di segmen menengah ke atas.