BRI Life mengandalkan kanal bancassurance di tengah permintaan asuransi yang meningkat | Asian Business Review
, Indonesia
902 views
Sutadi, Marketing Director of BRI Life

BRI Life mengandalkan kanal bancassurance di tengah permintaan asuransi yang meningkat

Hingga November 2023, kanal bancassurance berkontribusi sebesar 81% dari total pendapatan premi BRI Life.

Prospek cerah untuk asuransi jiwa tahun ini mendorong BRI Life untuk mengoptimalkan segmen bancassurance. Sutadi, direktur pemasaran BRI Life, mengatakan kepada Insurance Asia bahwa perusahaan bertujuan untuk meningkatkan penetrasi bancassurance di segmen-segmen yang sudah ada sebesar 30% dan memperluas segmentasi nasabah ke sektor Ultra Mikro (Umi) untuk mengurangi risiko konsentrasi pendapatan di satu segmen saja.

Data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan bahwa jumlah jiwa atau orang  yang diasuransikan tumbuh sebesar 16,5% per tahun hingga September 2023.

Data tersebut sekaligus mencatat bahwa pendapatan premi tertinggi berasal dari kanal bancassurance dengan perolehan sebesar Rp77,13 triliun, dibandingkan pendapatan premi dari kanal keagenan sebesar Rp57,22 triliun dan kanal alternatif yang sebesar Rp43,31 triliun.

Bagi BRI Life, saluran bancassurance menyumbang 81% dari total pendapatan premi-nya pada November 2023. 

“Berdasarkan outlook AAJI 2024, sektor asuransi jiwa diestimasikan akan terjadi rebound pendapatan premi dari kondisi di tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi pendapatan premi secara total karena adanya tantangan terkait edukasi pasar terhadap produk asuransi dan Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pengetatan penjualan produk unit linked,” kata Sutadi.

Tiga strategi

Fokus BRI Life selanjutnya adalah, menurut Sutadi, memperkuat posisinya sebagai perusahaan asuransi jiwa dengan melakukan perbaikan pada tiga hal: SDM, proses, dan produk.\

"Dalam hal SDM, anak perusahaan Bank BRI ini akan terus meningkatkan jumlah pemasar untuk memastikan bahwa layanan yang disediakan tersedia secara luas dan inklusif," katanya.

Per Agustus 2023, BRI Life memiliki sekitar 2.000 tenaga pemasar di kanal bancassurance di mana 60% dari jumlah tenaga pemasar itu berada di pulau Jawa sementara sisanya di luar Jawa.

Sementara, dari segi proses, “BRI Life akan terus memperbaiki layanan operasional dengan integrasi system dan penyediaan layanan kesehatan yang khusus ditujukan kepada nasabah mereka,” kata Direktur Pemasaran itu menjelaskan. Integrasi yang dimaksud adalah dengan super app buatan induk perusahaan yaitu “BRImo”

Kemudian, dari segi produk, BRI Life juga akan memperluas segmentasi nasabah yang dituju ditunjang dengan ketersediaan produk pada segmen yang ditargetkan dan kesesuaian produk dengan kebutuhan nasabah.

“Pendekatan layanan secara inklusif kepada calon nasabah melalui produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka merupakan salah satu upaya kami agar nasabah dapat merasakan manfaat nyata dari ekosistem asuransi,” kata Sutadi.

Ada beberapa segmen yang dituju oleh BRI Life, yaitu segmen mikro, ritel, dan prioritas. Untuk segmen nasabah mikro, BRI Life misalnya menyediakan produk asuransi mikro Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKM) dengan premi Rp50.000 per tahun. Produk asuransi AMKM ini dipasarkan oleh agen BRILink yang tersebar di banyak lokasi termasuk di warung-warung.

Sementara, segmen nasabah ritel BRI Life disediakan asuransi jangka yang lebih lama yaitu proteksi dalam kurun waktu 5 tahun. Produk ini dibuat dengan BRI Life menyadari nature nasabah bank yang menginginkan jangka waktu yang tidak terlalu lama.

Untuk segmen nasabah prioritas adalah nasabah middle hingga upper yang mendapatkan fasilitas dan kemudahan untuk mendukung gaya hidup mereka. Misalnya untuk produk asuransi yang ditujukan pada nasabah prioritas adalah asuransi yang disertai cover untuk critical illness serta produk asuransi jiwa yang disertai investasi.

Sinergi 

Direktur Pemasaran BRI Life tersebut mengatakan luasnya jaringan kerja BRI serta jumlah nasabah bank tersebut yang begitu banyak merupakan dorongan bagi BRI Life untuk terus memberikan layanan terbaik bagi nasabah.

“Sinergi dengan BRI dilakukan melalui penempatan tenaga pemasar yang berdampingan dengan kantor BRI untuk menjangkau nasabah secara inklusif,” katanya.

Selain itu, kata Sutadi, BRI Life juga terus meningkatkan integrasi system dengan BRI agar layanan yang diberikan semakin efektif dan efisien bagi nasabah,

Sepanjang 2023, BRI Life membukukan pertumbuhan laba bersih hingga 64,3% secara tahunan menjadi Rp501,12 miliar dari periode sebelumnya yang sebesar Rp305 miliar.

Rasio permodalan PT Asuransi BRI Life masih kuat, di mana hingga Desember 2023, BRI Life mencatat Risk Based Capital (RBC) sebesar 524,0%. RBC ini jauh di atas ketentuan minimum OJK yang sebesar 120%.

Rumah Sakit Kanker Dharmais memimpin inovasi pelayanan kanker di Indonesia

Direktur Utama RS Kanker Dharmais Soeko Werdi Nindito Daroekoesoemo mengungkapkan teknologi canggih dan tujuh program unggulan untuk perawatan kanker.

BRI Life mengandalkan kanal bancassurance di tengah permintaan asuransi yang meningkat

Hingga November 2023, kanal bancassurance berkontribusi sebesar 81% dari total pendapatan premi BRI Life.

Allianz Syariah menawarkan asuransi Syariah untuk seluruh masyarakat Indonesia

Tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah yang masih rendah mendorong perusahaan menerapkan langkah jangka pendek dan panjang.

Aplikasi blu oleh Group BCA memperluas ekosistem digital melalui BaaS

Strategi tersebut telah berhasil meningkatkan transaksi dan membangun kepercayaan nasabah sebesar 53,4% sepanjang 2023.

RUU data kesehatan Singapura mewajibkan pengaturan pemberian informasi

Untuk memastikan pengungkapan dan pemberian data, Kementerian Kesehatan dapat memberlakukan denda hingga $1 juta atas ketidakpatuhan.

Asuransi melonjak berkat lonjakan wisatawan Hong Kong

CEO Jim Qin dari Zurich Insurance menyatakan tren liburan yang panjang pada warga Hong Kong di 2023, meningkatkan penjualan asuransi perjalanan.

Bank Tabungan Negara (BTN) bertekad meningkatkan pinjaman kepemilikan rumah syariah

Hingga November 2023, aset BTN Syariah telah mencapai Rp49 triliun.

IDCTA: Partisipasi global dapat meningkatkan penjualan kredit karbon Indonesia

Pasar karbon Indonesia yang baru dibuka memiliki sebanyak 71,95% kredit karbon yang belum terjual pada akhir 2023.