Peritel optik Singapura andalkan layanan eye care untuk dorong repeat order | Asian Business Review
, Singapore
1445 views
Shutterstock photo

Peritel optik Singapura andalkan layanan eye care untuk dorong repeat order

Keahlian profesional jadi daya tarik yang makin penting seiring meningkatnya persaingan harga.

Peritel-peritel optik di Singapura mulai bergeser dari sekadar menjual kacamata menjadi menyediakan layanan perawatan mata (eye care), seiring konsumen yang makin sensitif terhadap harga dan mulai memandang kesehatan mata sebagai prioritas jangka panjang.

“Seperti yang terlihat di banyak pasar global, meningkatnya penetrasi internet dan pertumbuhan belanja omnichannel membuat konsumen dapat menikmati harga yang lebih terjangkau, kemudahan, serta pengalaman belanja yang lebih personal,” kata Dennis Chia, Director of Retailer Vertical Account Development untuk Singapura di NielsenIQ (NIQ), kepada Retail Asia.

Para peritel kini berinvestasi pada program loyalitas, sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM), serta keterlibatan pelanggan berbasis kecerdasan buatan (AI), guna mendorong kunjungan berulang untuk pemeriksaan mata, penggantian lensa kontak, dan peningkatan lensa, alih-alih hanya mengandalkan pembelian kacamata satu kali.

Chia mengatakan masyarakat Singapura kini lebih aktif membandingkan harga dan mencari informasi produk secara daring sebelum membeli, sehingga makin sulit bagi peritel untuk bersaing hanya dari sisi harga.

Ia menambahkan, Singapura memiliki rata-rata harga jual per unit tertinggi di antara pasar optik yang dipantau NIQ, mengungguli China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Malaysia.

Pasar ritel optik Singapura tercatat bernilai US$415 juta pada 2025 dan diproyeksikan mencapai US$570 juta pada 2032, menurut firma riset pasar 6Wresearch yang berbasis di New Delhi.

Meningkatnya waktu penggunaan layar (screen time), kesadaran akan kesehatan mata yang makin tinggi, serta kemajuan teknologi optik diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ini.

Perjalanan internasional turut memperketat persaingan, dengan sebagian konsumen memilih membeli kacamata di luar negeri karena harganya bisa lebih murah.

Meski begitu, keahlian profesional tetap sulit tergantikan, terutama untuk lensa kontak yang membutuhkan pemasangan yang tepat serta perawatan lanjutan.

“Optometris memainkan peran penting dalam menilai kesehatan mata masing-masing individu, merekomendasikan solusi penglihatan yang paling sesuai, dan memberikan perawatan berkelanjutan,” kata Chia.

Di W Optics Pte. Ltd., Direktur Jonathan Wong mengatakan konsumen kini semakin memahami soal kesehatan mata, sementara para orang tua mulai mencari penanganan lebih dini untuk masalah penglihatan anak, dan kelompok lanjut usia meminta pemeriksaan mata yang lebih menyeluruh.

“Konsumen saat ini jauh lebih paham,” kata Wong melalui Zoom. Mereka “mengharapkan standar akurasi, profesionalisme, serta layanan aftercare yang lebih tinggi dari penyedia layanan eye care.”

Peritel ini telah memperluas program eye care keluarga, pemeriksaan mata rutin, serta program penanganan miopia untuk memperkuat loyalitas pelanggan.

Wong mengatakan tantangan terbesar industri ini tetap soal kesadaran publik.

“Banyak konsumen saat ini masih memandang ritel optik sekadar tempat membeli kacamata, bukan sebagai titik layanan kesehatan (healthcare touchpoint) untuk perawatan penglihatan preventif, penanganan miopia, maupun pemantauan kesehatan mata jangka panjang,” ujarnya.

Banyak kondisi mata baru terdeteksi setelah gejalanya muncul.

“Seringkali, gangguan mata itu tidak menunjukkan gejala,” kata Wong. “Begitu mereka benar-benar mengalami penglihatan kabur atau rasa sakit, biasanya itu sudah pada tahap yang cukup lanjut.”

Strategi ini pun sudah mulai berkontribusi terhadap pendapatan. W Optics mencatat kenaikan pendapatan dari pemeriksaan mata sebesar 10% secara tahunan, sementara lebih dari separuh pelanggannya — bahkan hampir 90% untuk beberapa kategori produk — memilih menjalani pemeriksaan mata langsung di gerai mereka.

Chia memperkirakan persaingan ke depan akan makin berpusat pada keahlian profesional, perawatan yang dipersonalisasi, dan keterlibatan digital, bukan lagi sekadar soal harga.

Dengan populasi Singapura yang menua dan tingginya penggunaan perangkat digital yang diperkirakan mendorong permintaan perawatan mata preventif, Wong menyebut sektor ini akan menjadi “lebih berorientasi pada kesehatan dan hubungan jangka panjang, bukan sekadar transaksi.”

Sektor bioteknologi India perlu tingkatkan riset orisinal demi dorong inovasi

Innovation pipeline-nya telah tumbuh menjadi lebih dari 2.

CMUH patok harga robot perawat di bawah biaya perawat

Sistem yang dikembangkan rumah sakit ini dirancang untuk terintegrasi dengan alur kerja klinis.

Brand sportswear andalkan rantai pasok demi jaga margin

Aktivitas outdoor dan olahraga wanita diperkirakan menopang permintaan di kawasan ini.

IKEA Indonesia perdalam kemitraan pemasok lokal

Retailer ini bekerja sama dengan 18 pemasok Indonesia di tiga kategori produk.

Bagaimana celah asuransi siber dapat membuat kerusakan pada pabrik

Penghentian produksi bisa lebih merugikan dibanding pencurian data bagi operator industri.

Bencana beruntun ungkap celah asuransi di Filipina

Hanya 10 dari 51 perusahaan asuransi nonlife yang tergabung dalam pool risiko bencana.

Asuransi Jepang lepas kepemilikan saham korporasi usai kasus pelanggaran

Kelompok-kelompok besar berencana memangkas saham strategis hingga nol dalam enam hingga tujuh tahun ke depan.

DBS Indonesia luncurkan layanan portofolio SGD untuk nasabah kaya

Mandiri Investasi akan mengelola dana pada instrumen obligasi, saham, dan emas.

ExxonMobil perluas layanan predictive maintenance di Indonesia

Tujuh lokasi mereka kini menggabungkan lubrication management dengan analisis oli.

PGE bangun keandalan pembangkit geotermal sejak hari pertama proyek

Operator menggunakan data lapangan untuk meningkatkan kinerja jangka panjang.