MINISO melangkah lebih jauh ke creator economy lewat galeri di Shanghai
Peritel ini berencana ekspansi ke Hong Kong, Beijing, Tokyo, Paris, dan New York.
MINISO memperluas bisnisnya lebih dari sekadar menjual merchandise karakter berlisensi, dengan membuka galeri permanen di Shanghai, seiring peritel ini berupaya mengembangkan artis dan karakter orisinalnya sendiri, alih-alih terus mengandalkan merek-merek dari luar.
Dibuka pada 17 Mei di Bund City Hall Plaza, Hankou Road, MINISO Gallery berfungsi sebagai ruang pameran sekaligus platform pengembangan bagi para artis yang telah menjalin kontrak dengan perusahaan, bukan sebagai toko pada umumnya.
Langkah ini menandai perubahan strategi yang lebih luas. Meski mengoperasikan lebih dari 8.000 toko di lebih dari 100 negara dan wilayah, Co-founder MINISO Gallery, Dong Hai, mengatakan jaringan tersebut sudah memberikan jangkauan konsumen yang luas.
“Namun konten yang lebih mendalam dan ekspresi artistik tetap penting untuk menjaga nilai kekayaan intelektual (IP) dalam jangka panjang,” kata Dong kepada Retail Asia.
MINISO kini melangkah lebih jauh ke ranah manajemen artis dan penciptaan konten orisinal, lini bisnis yang biasanya lebih identik dengan perusahaan hiburan ketimbang peritel bernilai (value retailer).
“Berbekal pengalaman kami membawa IP global ke tangan konsumen, kami ingin menghubungkan para kreator dari seluruh dunia dan membuka jalan bagi lebih banyak karya orisinal dan berkualitas agar dapat dilihat, diapresiasi, dan dikembangkan secara komersial,” kata Dong dalam jawaban tertulis melalui email.
Galeri ini dibuka dengan pameran tunggal bertajuk Life from the Corner of My Room, karya seniman kontemporer asal Indonesia, RYOL, yang merupakan artis eksklusif global pertama MINISO.
Berlangsung hingga 31 Agustus, pameran ini menampilkan lukisan, patung, dan instalasi.
MINISO menyebutkan karya-karya bergaya pop surrealist RYOL memadukan ilustrasi bernuansa anime dengan karakter menyerupai boneka yang dirancang untuk menarik minat audiens lintas pasar.
Selebriti asal Thailand, BAMBAM, turut hadir dalam pembukaan pameran sebagai kolektor karya RYOL, sekaligus menghubungkan pameran ini dengan citra merek konsumen MINISO yang lebih luas.
Sejak 2025, MINISO telah memperluas portofolio karakter orisinalnya, termasuk YOYO dan Kumaru, di samping kemitraan berlisensi yang sudah ada. Perusahaan juga meluncurkan sejumlah program seperti IP Genius, serta format toko baru seperti MINISO LAND dan MINISO FRIENDS.
Galeri di Shanghai ini menjadi titik awal dari rangkaian proses tersebut — tempat menemukan artis dan mengembangkan karakter orisinal sebelum diubah menjadi produk ritel.
Shanghai hanyalah pemberhentian pertama, kata MINISO dalam keterangan persnya, seraya menambahkan bahwa perusahaan berencana membuka galeri serupa di Hong Kong, Beijing, Tokyo, Paris, dan New York.