ExxonMobil perluas layanan predictive maintenance di Indonesia
Tujuh lokasi mereka kini menggabungkan lubrication management dengan analisis oli.
PT ExxonMobil Lubricants Indonesia memperluas layanan predictive maintenance yang memantau pelumas dan mengidentifikasi masalah peralatan sebelum mesin mengalami kerusakan, membantu produsen mengurangi downtime dan pemeliharaan yang tidak perlu.
"Mengoptimalkan pelumasan sintetis merupakan langkah konkret untuk meningkatkan keandalan peralatan, memangkas downtime, meningkatkan efisiensi energi, dan menstabilkan produksi," kata Syah Reza, president-director PT ExxonMobil Lubricants, dalam balasan tertulis kepada Manufacturing Asia.
Perusahaan ini telah memperluas layanan tersebut ke Surabaya, Batam, Palembang (Muara Enim), Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Kalimantan.
Layanan ini menggabungkan platform lubrication management MACHINEXT dengan Mobil Lubricant Analysis, yang memantau kondisi pelumas, gemuk (grease), dan coolant, sehingga pemeliharaan dapat dilakukan berdasarkan kondisi peralatan, bukan interval servis yang tetap.
Reza mengatakan pelanggan kini memanfaatkan data peralatan untuk mengidentifikasi kebutuhan pemeliharaan lebih awal, sehingga membantu mengurangi downtime, memperpanjang usia pelumas dan coolant, serta menekan biaya pemeliharaan dan pembuangan limbah.
Purchasing managers' index manufaktur Indonesia stabil pada Mei setelah sempat mengalami kontraksi. Reza mengatakan tekanan biaya dan keandalan di balik kontraksi tersebut adalah persis apa yang ingin diatasi oleh produsen plastik dan kemasan pengguna MACHINEXT.
Perusahaan ini berencana berfokus pada ketersediaan produk melalui jaringan distributornya, dukungan teknis, dan kemitraan industri untuk sisa tahun 2026, tambahnya.