DBS Indonesia luncurkan layanan portofolio SGD untuk nasabah kaya | Asian Business Review
, Indonesia
772 views

DBS Indonesia luncurkan layanan portofolio SGD untuk nasabah kaya

Mandiri Investasi akan mengelola dana pada instrumen obligasi, saham, dan emas.

PT Bank DBS Indonesia meluncurkan layanan referral pengelolaan portofolio berdenominasi dolar Singapura (SGD) yang ditujukan bagi nasabah affluent dan high-net-worth yang ingin mendiversifikasi investasi mereka ke instrumen pendapatan tetap, saham, dan komoditas.

“Layanan wealth management yang unggul bukan sekadar soal memberikan akses ke produk investasi, melainkan tentang menghadirkan solusi personal yang benar-benar relevan dengan kebutuhan unik setiap nasabah,” ujar Melfrida Gultom, Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, kepada Asian Banking & Finance.

Menurut Gultom, nasabah yang memenuhi syarat dapat mereferensikan dananya ke PT Mandiri Manajemen Investasi untuk dikelola secara individual maupun diskresioner, di mana manajer investasi akan mengelola dana tersebut sesuai tujuan, profil risiko, dan ketentuan yang disepakati masing-masing nasabah.

Layanan ini berfokus pada dolar Singapura seiring makin banyaknya investor high-net-worth asal Indonesia yang mempertimbangkan mata uang tersebut dalam menyusun portofolio mereka, tambahnya.

DBS memanfaatkan riset pasar serta data ekonomi global, termasuk tren nilai tukar, untuk menyusun strategi investasi bagi nasabahnya.

Gultom menjelaskan, portofolio ini mencakup instrumen pendapatan tetap melalui pengelolaan obligasi, saham berkapitalisasi besar (large-cap), serta emas sebagai opsi diversifikasi komoditas.

Bank DBS Indonesia turut menyediakan wawasan pasar dan riset dari induk perusahaannya di Singapura, DBS Group Holdings Ltd., guna membantu nasabah menilai kondisi pasar global, imbuhnya.

Nasabah yang sudah memiliki tabungan dalam SGD juga dapat mengelola dana tersebut melintasi berbagai kelas aset melalui layanan ini.

“Melalui kolaborasi ini, nasabah memiliki kesempatan untuk mendiversifikasi aset dalam SGD sekaligus mengoptimalkan potensi dari pergerakan nilai tukar SGD, sehingga portofolio mereka menjadi lebih tahan terhadap gejolak pasar,” kata Gultom dalam keterangan tertulis.

Mandiri Investasi, bagian dari grup Bank Mandiri yang merupakan badan usaha milik negara, memiliki pengalaman lebih dari 21 tahun di bidang manajemen investasi dan saat ini mengelola aset senilai lebih dari US$3,5 miliar (Rp62 triliun).

Reasuransi Asia-Pasifik cari pertumbuhan ke luar negeri seiring persaingan yang kian ketat

Modal reasuransi global diproyeksikan mencapai rekor $705 miliar pada 2026.

ACA pilih AI internal yang lebih lambat demi menjaga kerahasiaan data nasabah

Nasabah di bawah 45 tahun lebih sering memantau klaim asuransi mereka sendiri.

Penjualan bisnis asuransi HSBC dinilai sebagai penyederhanaan portofolio, bukan pergeseran regional

Transaksi asuransi di Asia turun menjadi 31 pada semester pertama dari 41 pada periode yang sama tahun lalu.

RTS Link tekan peritel grocery dan bisnis F&B di Singapura

Konsumen berpotensi membelanjakan US$1,05 miliar lebih banyak per tahun di Johor Bahru.

Ranch Market simpan data pelanggan secara internal demi menjaga layanan premium

Anggota Diamond Plus dapat menghubungi manajer toko secara langsung untuk pesanan khusus.

BNI jajaki pemanfaatan jejaring bisnis untuk menilai debitur usaha kecil

Bank melihat AI berpotensi lebih berguna untuk memantau debitur ketimbang menyetujui kredit.

Pekerja platform masih hadapi kesenjangan layanan kesehatan meski ada perlindungan hukum

Foodpanda dan Singlife meluncurkan program diskon klinik pada Agustus lalu.

Insurtech asia bergeser dari sekadar hype ke fundamental yang lebih kuat

Investor mulai beralih ke perusahaan dengan jalur yang lebih jelas menuju profit.