China Unicom dorong 5G-A untuk machine data | Asian Business Review
, China
792 views

China Unicom dorong 5G-A untuk machine data

Jaringan ini kini meluas dari sekadar venue olahraga menuju berbagai aplikasi kota yang lebih luas.

China Unicom Beijing Branch tengah memperluas jaringan 5G-Advanced (5G-A) yang dirancang untuk menangani lonjakan unggahan data dari perangkat kecerdasan buatan (AI) dan robot, setelah sebelumnya mengujinya pada 2.056 mesin yang berkompetisi di ajang World Humanoid Robot Games di Beijing.

Perusahaan menyebut, network slice khusus ini mampu menjaga latensi end-to-end di kisaran 30 milidetik selama gelaran Games pada 22-26 Agustus di National Speed Skating Oval.

Jaringan ini menyasar permintaan uplink yang terus tumbuh dari perangkat seperti AI phone, kacamata AI, robot, serta berbagai perangkat lain yang secara terus-menerus menghasilkan dan mengirimkan data, alih-alih sekadar mengonsumsi konten.

China Unicom Beijing meluncurkan jaringan GigaUplink pada Juli lalu, dengan memanfaatkan jaringan terkoordinasi pada frekuensi 3,5 gigahertz dan jaringan uplink tambahan 2,1 gigahertz, guna menghadirkan cakupan uplink berkelanjutan sebesar 100 megahertz di sejumlah area utama ibu kota China tersebut.

Uji coba pada jaringan langsung (live network) mencatatkan kecepatan uplink puncak sebesar 1 gigabit per detik, dengan rata-rata 397 megabit per detik. Kecepatan uplink hanya turun di bawah 20 megabit per detik pada 0,1% lokasi cell-edge yang diuji.

Ajang Games ini juga menguji platform manajemen robot yang dikembangkan China Unicom Beijing bersama Beiao Group. Sistem ini memberikan ID jaringan unik kepada setiap robot untuk melacak lokasi, status, dan operasinya secara real-time.

“Penerapan jaringan ini bukan sekadar uji coba nyata terhadap kapabilitas jaringan China Unicom, tapi juga membantu kami mengumpulkan pengalaman berharga dalam menjamin kualitas jaringan (network assurance) untuk penerapan embodied AI secara lebih luas,” ujar Yang Lifan, Deputy General Manager China Unicom Beijing, kepada Asian Telecom.

Perusahaan memposisikan penerapan ini sebagai bagian dari apa yang mereka sebut sebagai era “Mobile AI”, di mana jaringan harus mampu menampung data yang terus dihasilkan mesin, berdampingan dengan trafik konsumen konvensional.

Yang menyebut, China Unicom Beijing akan mengembangkan pengalaman dari inisiatif 5G Capital-nya, dan mengubah pengembangan teknologi tersebut menjadi kapabilitas jaringan yang dapat direplikasi ke berbagai aplikasi lainnya.

Program 5G Capital, yang diluncurkan bersama Huawei pada 2020, telah berkembang dari komersialisasi 5G standalone dan jaringan ultra-wideband 200 megahertz seluas kota, menuju penerapan 5G-A untuk kebutuhan permukiman dan transportasi.

Jaringan GigaUplink memanfaatkan teknologi multi-band pooling dan peningkatan uplink milik Huawei untuk memadukan spektrum dari pita frekuensi 3,5 gigahertz dan 2,1 gigahertz, guna menyeimbangkan kapasitas, cakupan, dan konsistensi jaringan.

David Li, President of Huawei's Wireless TDD Product Line, mengatakan ajang Games ini menjadi uji coba nyata bagi jaringan yang mendukung embodied AI.

“Jaringan bukan hanya soal kecepatan,” ujar Li dalam acara tersebut. “Latensi rendah, keandalan tinggi, dan cakupan yang menyeluruh sama-sama penting.”

Ia menambahkan, perusahaannya akan terus bekerja sama dengan China Unicom Beijing untuk meningkatkan kapabilitas uplink dan koordinasi spektrum guna mendukung transmisi multimodal dari perangkat ke cloud (device-to-cloud).

China Unicom Beijing menyebut jaringan GigaUplink kini mulai diperluas melampaui venue Games, untuk mendukung pariwisata budaya, embodied AI, dan berbagai aplikasi Mobile AI lainnya di seluruh kota.

Reasuransi Asia-Pasifik cari pertumbuhan ke luar negeri seiring persaingan yang kian ketat

Modal reasuransi global diproyeksikan mencapai rekor $705 miliar pada 2026.

ACA pilih AI internal yang lebih lambat demi menjaga kerahasiaan data nasabah

Nasabah di bawah 45 tahun lebih sering memantau klaim asuransi mereka sendiri.

Penjualan bisnis asuransi HSBC dinilai sebagai penyederhanaan portofolio, bukan pergeseran regional

Transaksi asuransi di Asia turun menjadi 31 pada semester pertama dari 41 pada periode yang sama tahun lalu.

RTS Link tekan peritel grocery dan bisnis F&B di Singapura

Konsumen berpotensi membelanjakan US$1,05 miliar lebih banyak per tahun di Johor Bahru.

Ranch Market simpan data pelanggan secara internal demi menjaga layanan premium

Anggota Diamond Plus dapat menghubungi manajer toko secara langsung untuk pesanan khusus.

BNI jajaki pemanfaatan jejaring bisnis untuk menilai debitur usaha kecil

Bank melihat AI berpotensi lebih berguna untuk memantau debitur ketimbang menyetujui kredit.

Pekerja platform masih hadapi kesenjangan layanan kesehatan meski ada perlindungan hukum

Foodpanda dan Singlife meluncurkan program diskon klinik pada Agustus lalu.

Insurtech asia bergeser dari sekadar hype ke fundamental yang lebih kuat

Investor mulai beralih ke perusahaan dengan jalur yang lebih jelas menuju profit.